infomjlk.com — Rangkaian kegiatan Tadarus Budaya di Bale Budaya Kaputren resmi ditutup disertai dengan Reses Persidangan II Tahun 2026 bersama H. Iif Rifandi pada 17 Maret 2026.
Program rutin yang digelar oleh warga setempat setiap hari Minggu sepanjang bulan Ramadan, menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang diskusi khalayak luas. Berbagai tokoh dari kalangan budayawan, birokrasi, hingga politisi turut hadir memeriahkan kegiatan tahunan ini.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Amien Halimi, menyampaikan bahwa forum Tadarus Budaya tersebut difungsikan sebagai ruang bertukar pikiran sekaligus gawang pertahanan masyarakat dalam merawat tradisi lokal antar generasi.
Upaya pelestarian budaya dan kekompakan warga Kaputren tersebut, mendapat perhatian dari para tamu undangan yang hadir.
Salah satu politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan turut menyampaikan pandangannya. Ia melihat adanya ikatan sosial yang kuat dalam setiap kegiatan komunal di lingkungan Kaputren.
“Kekompakan warga Kaputren dalam membangun wilayahnya menjadi inspirasi bagi kami. Budaya gotong royong seperti ini sudah semakin jarang ditemui di tengah masyarakat,” ucapnya pada 17 Maret 2026.
Politisi tersebut juga menyoroti kehangatan interaksi yang terbangun selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Suasana kekeluargaan di sini memberikan kenyamanan tersendiri, tidak hanya bagi saya pribadi, tetapi kemungkinan juga dirasakan oleh para pendatang yang singgah,” tuturnya.
Keberlangsungan program Tadarus Budaya di lingkungan Kaputren secara perlahan mulai menginspirasi banyak orang.
Semangat gotong royong serta kerukunan yang terbangun, patut untuk dipertahankan secara keberlanjutan. Lebih dari itu, inisiatif masyarakat dalam merawat ruang diskusi dan tradisi lokal ini diharapkan dapat terus menular ke berbagai wilayah lain.

