Apakah Nafsu Berburu Takjil Adalah Penyelamat Ekonomi UMKM Majalengka?

infomjlk.com — Lihat saja bagaimana beberapa ruas jalan di Majalengka yang dipenuhi lapak jualan mendadak padat setiap menjelang waktu berbuka. Area di sekitar pedagang dipenuhi orang-orang yang logikanya sedang dikendalikan oleh perut kosong sehingga mereka begitu mudah memborong gorengan hingga es buah.

Fenomena laper mata ini sering sekadar dianggap sebagai pemborosan padahal di balik sifat impulsif itu ada perputaran uang yang sedang bekerja cukup kencang.

Hasrat berbelanja sore hari itu secara alami menjadi bensin bagi perputaran ekonomi di lingkungan sekitar. Uang tunai berpindah tangan dengan cepat dari dompet warga ke laci para pelaku UMKM.

Transaksi ini terjadi begitu saja secara organik tanpa perlu teori rumit karena murni digerakkan oleh rasa lapar kolektif masyarakat yang sedang berpuasa. Uang yang pada hari biasa mungkin lari ke gerai waralaba modern kini berputar deras di ekosistem UMKM selama sebulan penuh.

Momen ini menjadi potret nyata bahwa ekonomi kota kecil seperti Majalengka sebenarnya sangat tertolong oleh transaksi harian warganya. Keramaian di berbagai lapak takjil itu menunjukan bahwa daya beli masyarakat kita selalu ada ketika disatukan oleh rutinitas musiman yang sama.

Realita ini memunculkan sebuah pemandangan menarik tentang sifat konsumtif kita saat puasa. Perilaku kalap membeli makanan yang sering disesali setelah kenyang nyatanya adalah penopang penting bagi kelangsungan dapur banyak pelaku UMKM di Majalengka.

Tanpa disadari rutinitas memborong takjil ini telah menjelma menjadi jaring pengaman sosial yang menghidupkan banyak pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *