infomjlk.com — Kondisi Situs Cagar Budaya Ki Bagus Rangin di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, kian memprihatinkan akibat abrasi.
Tergerusnya lahan bersejarah oleh aliran Sungai Cipelang ini membutuhkan perhatian penuh dari pemerintah daerah untuk merealisasikan penataan dan pembangunan ulang area situs tersebut.
Sebagai wujud kepedulian yang nyata, masyarakat setempat pernah tergabung dalam Forum Peduli Ki Bagus Rangin dan telah membangun benteng penahan tanah menggunakan dana swadaya pada tahun 2023.
Namun, benteng yang telah dibangun tampaknya tidak mampu bertahan lama untuk menghadapi besarnya debit air di aliran sungai.
Proses abrasi pun semakin cepat terjadi menyusul tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi pengikisan lahan tersebut kian diperparah oleh adanya pengalihan jalur pembuangan air dari jalan raya yang mengarah langsung ke area makam.
Padahal, jejak peninggalan pahlawan tersebut masih cukup aktif menjadi tujuan para peziarah dari berbagai daerah, seperti Indramayu hingga luar kota.
Lahan yang kian menyempit lambat laun mulai mengancam kelayakan fasilitas dasar di lokasi. Oleh karena itu, pembenahan area situs sangat diperlukan agar para pengunjung dapat beribadah serta beraktivitas dengan nyaman dan leluasa disana.
Penataan ulang fasilitas penunjang kini menjadi prioritas utama yang harus disegerakan. Intervensi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Majalengka beserta instansi terkait tidak hanya akan menyelamatkan fisik cagar budaya, tetapi juga berpotensi meningkatkan angka kunjungan wisata religi di masa mendatang.
Tanpa langkah konkrit dari pemerintah, warisan sejarah ini berisiko menjadi situs terbengkalai yang jejaknya akan perlahan hilang ditelan waktu.

