infomjlk.com — Tradisi munggahan umumnya identik dengan momen berkumpul atau sekadar berbagi makanan kepada sesama ketika sebelum bulan puasa tiba.
Namun, kebiasaan di wilayah Babakan Kertajati memiliki tradisi yang berbeda karena ritual ini dilakukan dua kali dalam budayanya, yakni saat menyambut puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri.
Tradisi tukar hidangan tersebut, secara khusus biasanya berputar di kalangan sanak saudara terdekat, bukan ditujukan sebagai kewajiban sedekah umum bagi lingkungan sekitar.
Hantaran berisi nasi dan lauk pauk ini menjadi penjembatan untuk selalu merawat ikatan darah sekaligus bentuk komunikasi antar sesama, agar silaturahmi tidak perlahan terputus di waktu padatnya kesibukan masing-masing.
Melalui rutinitas ini, hubungan batin antar kerabat menjadi lebih solid dan terjaga secara alami. Kebiasaan tersebut menjadi cara masyarakat Babakan memastikan kehangatan keluarga tetap utuh dan tidak mudah luntur oleh gaya hidup modern yang cenderung makin individualis.

