infomjlk.com — Sebuah peta kuno dari tahun 1700-an mengungkap tabir sejarah wilayah yang kini kita kenal sebagai Kabupaten Majalengka. Meski nama “Majalengka” sendiri belum tercantum pada masa itu, dokumen visual era kolonial ini membuktikan bahwa sejumlah desa tua di wilayah tersebut sudah eksis dan teridentifikasi sejak zaman Kerajaan Mataram.
Berdasarkan arsip peta tersebut, wilayah Majalengka kala itu masih berada di bawah pengaruh kuat Kesultanan Cirebon dan menjadi titik penting dalam ekspansi pendataan Belanda. Beberapa temuan menarik dari peta abad ke-17 ini meliputi:
– Gunung Ciremai sebagai Penanda: Peta mencatat “d. Berg Sirmay ofte Chirbon”, menunjukkan bahwa Gunung Ciremai telah lama menjadi landmark geografis utama di Jawa Barat.
– Desa-Desa Tua Teridentifikasi: Beberapa wilayah seperti Darma (Kuningan) dan batas-batas alam seperti Gunung Tampomas (Sumedang) menjadi referensi jalur transportasi purba yang menghubungkan pedalaman dengan pesisir utara.
– Jalur Sungai Cimanuk: Sebelum jalan darat Daendels dibangun, peradaban di wilayah ini berkembang di sepanjang aliran Sungai Cimanuk, yang menjadi urat nadi perdagangan dan eksplorasi kolonial.
– Majalengka dalam Transisi: Peta ini memperkuat fakta sejarah bahwa Majalengka adalah wilayah “peralihan” yang dinamis—tempat bertemunya pengaruh Mataram, Cirebon, hingga kepentingan ekonomi Belanda.
Identifikasi desa-desa tua melalui peta ini bukan sekadar arsip, melainkan bukti otentik mengenai akar peradaban di kaki Gunung Ciremai yang telah tertata jauh sebelum pemerintahan administratif modern dibentuk.

