Gula Cakar, Oleh-Oleh Tradisional Majalengka yang Patut Dibawa Pulang 

infomjlk.com — Wisatawan yang mengakhiri kunjungan di Kabupaten Majalengka direkomendasikan untuk tidak melewatkan perburuan buah tangan khas daerah. Salah satu komoditas yang layak menjadi pilihan utama adalah Gula Cakar. Pemanis tradisional ini menawarkan karakteristik berbeda yang tidak ditemukan pada produk gula dari daerah lain.

Secara visual, Gula Cakar memiliki tampilan yang menarik untuk dijadikan cenderamata. Berbentuk kubus dengan warna merah muda yang cerah, gula ini memiliki tekstur berongga yang menyerupai karang laut. Keunikan bentuk fisik ini menjadi alasan utama wisatawan tertarik untuk membawanya pulang.

Struktur fisik tersebut memiliki penjelasan ilmiahnya tersendiri. Dalam penelitian berjudul “Pelestarian Gula Cakar Sebagai Bahan Pemanis Tradisional Khas Majalengka” yang diterbitkan oleh Bogor Hospitality Journal (2022), dijelaskan bahwa rongga pada gula terbentuk dari reaksi soda kue atau sodium bikarbonat saat proses pemasakan.

Bagi konsumen, struktur berongga ini memberikan manfaat praktis. Gula menjadi lebih renyah dan sangat mudah larut saat diseduh air panas. Sifat ini membuatnya sangat cocok disajikan bersama teh atau kopi, karena rasa manisnya menyebar cepat tanpa perlu diaduk terlalu lama.

Selain keunggulan fisik, membeli Gula Cakar juga berarti menghargai kearifan lokal.

Merujuk pada riset “Pemanfaatan Gula Cakar di Desa Munjul” dari Universitas Padjadjaran, produk ini merupakan warisan warga Desa Munjul yang dilakukan secara turun-temurun. Proses produksinya masih didominasi oleh teknik pengolahan konvensional dalam skala industri rumahan, sehingga setiap butir gula memiliki sentuhan otentik yang terjaga.

Wisatawan yang berminat membawa pulang si manis merah muda ini dapat memperolehnya di pasar-pasar tradisional Majalengka, seperti Pasar Cigasong atau Pasar Kadipaten.

Kehadirannya di tengah pasar rakyat menjadikan Gula Cakar buah tangan yang istimewa. Membawanya pulang bukan sekadar soal rasa, melainkan juga merawat sepenggal cerita manis dari tradisi Majalengka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *