infomjlk.com — Terletak di pelosok dataran tinggi wilayah selatan dan merupakan salah satu desa tertua, Desa Nunuk Baru, di Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat; dikenal sebagai destinasi wisata unik yang menawarkan perpaduan antara kekayaan alam, kelestarian tradisi dan budaya, serta ekowisata pertanian.
Sejak ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka pada tahun 2020, Desa Nunuk Baru telah menjadi daya tarik yang memikat bagi para wisatawan yang mencari pengalaman otentik dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Pengakuan Tingkat Nasional dan Prestasi yang Gemilang
Keunikan Desa Nunuk Baru tak hanya memukau para wisatawan, tetapi juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada tahun 2021, desa ini berhasil menembus 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan desa wisata berbasis budaya dan alam di Nunuk Baru diakui secara luas.
Prestasi tersebut semakin diperkuat dengan terpilihnya Desa Nunuk Baru sebagai salah satu Kampung Berseri Astra (KBA) pada tahun 2022. Keterlibatan dalam program ini menunjukkan komitmen desa dalam mengembangkan potensi wisata secara berkelanjutan, dengan dukungan dari sektor swasta.
program pengembangan masyarakat berbasis komunitas yang dijalankan oleh Astra ini, berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui empat pilar utama, yaitu Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, dan Kewirausahaan. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan kampung yang bersih, sehat, dan produktif secara berkelanjutan, serta memberdayakan masyarakat agar mandiri dan sejahtera.
Ekowisata Pertanian yang Mengakar Kuat pada Tradisi
Kesuburan tanah di Desa Nunuk Baru bukan sekadar anugerah alam, melainkan juga hasil dari tradisi yang dijaga, dirawat, dan diwariskan secara turun-temurun. Petani di sini tak hanya sebatas menanam padi, jagung, maupun cabai, tetapi juga merawat adat tradisi yang erat kaitannya dengan siklus pertanian. Setiap tahapan, mulai dari mengolah lahan hingga panen, diabadikan dalam upacara adat dan pesta rakyat yang meriah.
Dua tradisi utama yang menjadi daya tarik bagi wisatawan adalah ‘Hajat Guar Bumi’ dan ‘Hajat Pareresan’. Hajat Guat Bumi adalah ritual gotong royong di mana seluruh warga desa bersama-sama mengolah tanah sebelum masa tanam. Sementara itu, Hajat Pareresan adalah momen penting pasca-tanam, di mana warga melakukan pemupukan dan perawatan tanaman dengan penuh rasa syukur. Puncak dari semua kegiatan ini adalah pesta panen raya, sebuah perayaan kegembiraan yang menampilkan pertunjukan seni tradisional dari sanggar budaya setempat.
Menariknya, wisatawan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam aktivitas pertanian ini. Mereka dapat belajar mengolah lahan, menanam, hingga memanen bersama para petani, sambil diiringi beragam hiburan yang menyenangkan. Pengalaman ini secara tidak langsung menawarkan edukasi sekaligus kegembiraan, menciptakan kenangan tak terlupakan bagi setiap pengunjung.
Jejak Sejarah dan Kekayaan Budaya Leluhur
Tak hanya pertanian, Desa Nunuk Baru juga menyimpan beragam warisan budaya dan sejarah yang memukau. Berbagai kesenian tradisional seperti Silat Buhun, Bongbang, Debus, Rampak Lesung, dan Tari Tenun Gadot masih lestari dan sering dipentaskan hingga kini, terutama saat perayaan panen raya. Pertunjukan ini menjadi jendela pembuka wawasan bagi wisatawan untuk melihat kekayaan budaya Sunda yang otentik.
Selain itu, desa ini juga memiliki puluhan situs cagar budaya yang tersebar di berbagai titik. Salah satu yang paling menonjol adalah pemakaman kuno yang berisi sekitar 60 makam tokoh kerajaan. Situs-situs ini, seperti Petilasan Hariang Banga, Ciung Wanara, dan Badugal Jaya, mudah dijangkau satu sama lain, yang memudahkan wisatawan untuk menjelajahi setiap jengkal masa lalu di Desa Nunuk Baru.
Ditambah pusaka-pusaka berupa senjata peninggalan leluhur dan alat musik tradisional, yang senantiasa dirawat dengan cara dicuci secara rutin dalam upacara ‘Nyiramkeun Pusaka’ sebagai bagian dari perayaan Milangkala desa.
Peninggalan bersejarah ini diyakini berasal dari masa Kerajaan Talaga Manggung. Diketahui, hubungan ‘Kasepuhan Nunuk’ sebagai pemangku adat di Desa Nunuk Baru dengan Kerajaan Talaga Manggung mempunyai hubungan yang mengikat satu sama lain, terutama dalam acara penyiraman benda-benda pusaka.
Hubungan erat antara Kerajaan Talaga Manggung dengan ‘Kasepuhan Nunuk’ dijelaskan oleh Ketua Yayasan Talaga Manggung, H. Asep Deni Hadian Anwar Singhawinata. Dalam keterangannya, Kerajaan Talaga Manggung menganut Tri Tangtu, yaitu sistem pembagian kekuasaan yang didasarkan pada sejarah berdirinya kerajaan. Tri Tangtu yang dimaksud adalah Pangwastu, Juru Tangtu dan Pangestu. ‘Kasepuhan Nunuk’ merupakan bagian dari Juru Tangtu dimana perannya adalah yang menentukan waktu terkait kapan dilaksanakannya upacara ‘Nyiramkeun Pusaka’ atau memulai penanaman dalam bertani. Keputusan waktu yang ditentukan oleh ‘Kasepuhan Nunuk’ bersifat mutlak dan harus diikuti oleh seluruh pengikut kerajaan.
Pengelolaan Profesional dan Dampak Ekonomi
Keberhasilan Desa Nunuk Baru sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan ekowisata tak lepas dari peran serta berbagai pihak. Desa ini dikelola secara profesional oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Dangiang Nunuk, yang berkolaborasi erat dengan Pemerintah Desa Nunuk Baru dan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Legalitas yang diberikan melalui SK Desa Wisata dari Pemkab Majalengka semakin memperkuat posisinya, menjadikannya tujuan wisata yang kredibel.
Dampak ekonomi dari pengembangan desa wisata ini sangat signifikan. Sejak tahun 2020, jumlah pengunjung Desa Nunuk Baru terus meningkat pesat, dari 3.000 orang pada tahun pertama menjadi 7.000 orang pada tahun 2023. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan omset desa yang melonjak dari Rp10 juta menjadi Rp30 juta pada periode yang sama. Sebagian besar pendapatan ini berasal dari wisata edukasi pertanian dan kunjungan ke situs cagar budaya, menunjukkan bahwa perpaduan ekowisata dan budaya adalah formula yang sukses.
Dengan segala keunikan yang ditawarkan, Desa Nunuk Baru adalah bukti nyata bahwa melestarikan tradisi dan alam dapat menjadi kekuatan pendorong ekonomi yang berkelanjutan. Desa ini bukan hanya menawarkan destinasi liburan, tetapi juga pengalaman yang memperkaya, mengajarkan pentingnya menjaga warisan leluhur dan merayakan hasil alam.

