Desain Baru Gerbang Gedung Sate Tuai Perdebatan! Gubernur KDM Tegaskan Tidak Langgar Aturan Cagar Budaya

infomjlk.com — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali memicu perbincangan publik setelah mengubah total desain pintu gerbang Gedung Sate, kantor pemerintahan provinsi, menjadi menyerupai gapura tradisional candi yang dikenal sebagai Candi Bentar. Langkah kontroversial ini diklaim sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kebudayaan lokal.

Dedi Mulyadi dengan tegas membantah perombakan tersebut melanggar aturan cagar budaya. “Itu bukan heritage, namanya pagar,” ujar Dedi, dikutip Senin (23/10/2025). Ia memastikan rekonstruksi pagar ini telah disusun berdasarkan analisis mendalam dari ahli teknik sipil. Gubernur menjelaskan, gapura candi tersebut mengadopsi arsitektur Kerajaan Cirebon, yang terinspirasi dari kebudayaan Mataram dan Majapahit, sebagai upaya mengembalikan nilai-nilai peradaban kuno Indonesia.

Dukungan terhadap langkah ini datang dari Humas Bandung Heritage Society sekaligus Ahli Cagar Budaya, Tubagus Adhi. Ia membenarkan bahwa pagar Gedung Sate memang tidak termasuk bangunan cagar budaya, sehingga perubahannya sah untuk dilakukan. Adhi menilai sentuhan Candi Bentar pada pintu masuk tersebut sebagai hal yang “keren” dan menarik karena menjadi kebaruan di Jawa Barat, berbeda dengan kawasan seperti Bali atau Jawa Tengah yang sudah lebih dulu menerapkannya.

Meski demikian, Adhi mengingatkan, meskipun perubahan pagar dibolehkan, pengembangan cagar budaya di area sekitarnya—sesuai UU No. 11 Tahun 2010—harus tetap mempertahankan nilai-nilai esensial bangunan. Ia juga menekankan pentingnya pagar yang kuat untuk keamanan, namun harus tetap memberikan akses yang baik bagi pejalan kaki, termasuk penyandang disabilitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *