infomjlk.com — Kabupaten Majalengka membuktikan posisinya sebagai magnet ekonomi baru dengan mencatatkan realisasi investasi senilai Rp2,09 triliun sepanjang Januari hingga September 2025. Angka fantastis ini, yang terhimpun dari 1.697 proyek, menegaskan tingginya kepercayaan investor terhadap potensi daerah yang ditopang infrastruktur strategis.
Data DPMPTSP Jawa Barat merinci, investasi domestik (PMDN) mendominasi dengan kontribusi Rp1,17 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp921,58 miliar.
Ahli Madya DPMPTSP Majalengka, Tatang Gustawan, menyebut capaian gemilang ini berkat konsistensi pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, didukung percepatan perizinan melalui sistem digital yang cepat dan transparan.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan bahwa pertumbuhan investasi kini semakin merata di berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, pertanian, hingga pariwisata. Keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dan Tol Cipali menjadi daya tarik utama yang memperkuat peran Majalengka sebagai pintu gerbang logistik dan industri di koridor timur Jawa Barat.
“Capaian di atas Rp2 triliun ini bukti Majalengka kian dilirik. Tugas kami memastikan birokrasi tetap cepat, bersih, dan transparan,” ujar Bupati.
Dengan tren positif ini, Pemkab Majalengka optimistis target investasi akhir tahun dapat menembus Rp3 triliun, dengan penekanan pada investasi berkelanjutan yang berdampak nyata pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi lokal.

