infomjlk.com — Taman kota dan alun-alun sejatinya adalah detak jantung kehidupan sosial, tempat di mana masyarakat mencari ketenangan dan kehangatan interaksi. Namun, belakangan ini, wajah ikonik Kabupaten Majalengka, seperti Taman Jomantara Munjul dan Alun-Alun Majalengka, sedang menghadapi tantangan moral yang serius. Ruang-ruang yang seharusnya menjadi oase keluarga kini kerap ternoda oleh perilaku menyimpang muda-mudi yang memanfaatkan sudut-sudut gelap sebagai tempat asusila.
Fenomena ini tidak lahir begitu saja. Ada sebuah celah yang tercipta ketika kesempatan bertemu dengan melemahnya pengawasan. Narasi artikel ini mengungkap bahwa keberanian remaja untuk melanggar norma di tempat terbuka dipicu oleh tiga faktor yang saling mengunci:
– Rapuhnya Benteng Internal: Memudarnya rasa malu dan hilangnya penghormatan terhadap nilai-nilai kesantunan di ruang publik.
– Kebebasan Tanpa Kendali: Longgarnya pengawasan orang tua yang membiarkan anak-anak mereka berkelana hingga larut malam tanpa arah yang jelas.
– Kelalaian Lingkungan: Kurangnya kehadiran petugas keamanan serta minimnya penerangan di titik-titik strategis, menciptakan “zona aman” bagi perilaku yang salah.
Mengembalikan fungsi taman sebagai ruang yang bermartabat memerlukan lebih dari sekadar teguran. Dibutuhkan langkah sinkron antara kebijakan fisik dan edukasi. Secara fisik, pemerintah diharapkan bertindak melalui digitalisasi pengawasan (CCTV) dan optimalisasi pencahayaan untuk menghilangkan area abu-abu. Secara sosial, kontrol harus ditarik kembali ke akar terkecil, yaitu keluarga dan sekolah, untuk menanamkan kembali pendidikan moral yang preventif. Tindakan represif melalui patroli rutin tetap menjadi keharusan, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memberikan pesan tegas bahwa ruang publik adalah milik bersama yang harus dijaga kehormatannya.
Pada akhirnya, menjaga taman kota adalah menjaga kehormatan kita sendiri. Dengan mempererat kontrol sosial dan memperbaiki tata kelola fasilitas publik, kita bisa memastikan bahwa setiap sudut kota Majalengka tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua generasi.

