Bukan Main! Ratusan Dapur MBG Beroperasi di Majalengka, Pendaftarnya Sampai Overload

infomjlk.com — Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Majalengka disambut dengan gairah luar biasa oleh masyarakat. Tercatat, jumlah warga yang mengajukan diri untuk membuka dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini telah melampaui kebutuhan riil di lapangan.

Hingga memasuki Februari 2026, sebanyak 127 unit SPPG dilaporkan telah beroperasi penuh dan tersebar di berbagai kecamatan. Secara total, terdapat 136 dapur yang telah berdiri, di mana sembilan unit di antaranya masih dalam tahap finalisasi administrasi serta pemenuhan sarana pendukung sebelum resmi mengudara.

Dilansir dari Tribun Cirebon, Koordinator SPPG Majalengka, Intan Diena Khoerunisa, membeberkan fakta menarik di balik tingginya partisipasi publik ini. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), jumlah pendaftar dapur MBG menyentuh angka 213 unit, jauh di atas total kebutuhan yang diperlukan untuk meng-cover seluruh penerima manfaat di wilayah tersebut.

“Ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat sangat antusias mendukung program prioritas nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, jumlah pendaftarnya sudah melebihi kebutuhan sasaran kita di Majalengka,” ujar Intan pada Sabtu (7/2/2026).

Meskipun ratusan ribu pelajar telah mulai merasakan manfaat program ini, Intan menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan secara bertahap. Hal ini berkaitan dengan proses kesiapan operasional masing-masing dapur yang harus melewati standarisasi ketat.

Demi menjamin mutu nutrisi, operasional SPPG di Majalengka tidak dilakukan sembarangan. Sesuai regulasi BGN, lokasi dapur wajib berada dalam radius maksimal 6 kilometer atau setara 30 menit perjalanan dari sekolah tujuan.

Tak hanya soal jarak, prosedur pengolahan makanan pun dijaga sangat ketat. Proses memasak dilarang dilakukan sebelum pukul 00.00 WIB dan durasi sejak matang hingga dikonsumsi tidak boleh lebih dari enam jam.

“Aturan mainnya sangat jelas. Kita ingin memastikan makanan yang sampai ke tangan siswa tetap dalam kondisi segar, higienis, dan mengandung nilai gizi yang optimal,” tegas Intan.

Dengan kehadiran ratusan dapur yang dikelola secara profesional ini, Kabupaten Majalengka optimis dapat mencetak generasi emas melalui pemenuhan gizi yang terukur dan berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *