Jabar Jadi ‘Sarang’ Pinjol dan Judi Online? Cek Datanya, Warga Majalengka Wajib Waspada

infomjlk.com — Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), secara konsisten menempatkan Jawa Barat sebagai wilayah dengan tingkat utang pinjaman online atau fintech lending tertinggi di Indonesia.

Nilai outstanding loan atau sisa utang berjalan tercatat mencapai belasan triliun rupiah, melampaui wilayah lain termasuk DKI Jakarta.

Kondisi ini diperparah oleh temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menyebut Jawa Barat memiliki jumlah partisipan judi online terbesar, mencapai 2,6 juta orang. Majalengka, sebagai salah satu kabupaten di dalamnya, otomatis ikut terseret dalam arus perputaran uang panas ini.

Para ekonom menyebut fenomena ini sebagai predatory inclusion. Riset dari Asian Development Bank Institute menyoroti bahwa kemudahan akses pinjaman digital yang diberikan terlalu agresif kepada masyarakat seringkali menjadi bumerang.

Hanya bermodal KTP, dana cair dalam hitungan menit tanpa saringan ketat mengenai kemampuan bayar nasabah. Dampaknya, pinjaman online dan judi online kini menjadi dua hal yang saling berkaitan erat.

Uang pinjaman yang cair instan seringkali tidak digunakan untuk modal usaha, melainkan dialihkan untuk pertaruhan di situs judi. Ketika kalah, nasabah cenderung meminjam di aplikasi lain untuk menutupi kerugian, menciptakan siklus gali lubang tutup lubang yang menghancurkan ekonomi keluarga.

Bagi Majalengka, deretan angka ini adalah sinyal bahaya yang nyata. Kesejahteraan daerah tidak mungkin tercapai jika fondasi ekonomi warganya keropos digerogoti utang aplikasi.

Kemakmuran sejati bukan hanya dilihat dari pembangunan fisik kota, melainkan dari sehatnya arus kas di setiap dapur rumah tangga warganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *