Tinjauan Historis Perubahan Struktur Ekonomi Majalengka pada Fase Awal Pembangunan Bandara Kertajati 

infomjlk.com — Kehadiran Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menjadi faktor utama yang mengubah tatanan perekonomian Kabupaten Majalengka.

Merujuk pada kajian akademis bertajuk “Dampak Pembangunan Bandara Kertajati Terhadap Struktur Perekonomian Wilayah” karya Fenty Jimika, perubahan pola ekonomi wilayah ini sudah terekam secara bertahap sejak masa awal perencanaan.

Berdasarkan riset tersebut, tahap awal perubahan struktural ini ditandai dengan proses pengadaan lahan oleh pemerintah daerah pada rentang tahun 2009 hingga 2011. Dokumen perencanaan yang dikutip dalam kajian itu mencatat alokasi area seluas kurang lebih 1.800 hektare di Kecamatan Kertajati untuk lokasi pembangunan fisik bandara.

Kebijakan tata ruang ini secara langsung merombak fungsi lahan di wilayah utara yang sebelumnya didominasi area pertanian menjadi kawasan infrastruktur transportasi udara. Dampak dari alih fungsi lahan ini kemudian terkonfirmasi melalui data indikator makro ekonomi pada tahun-tahun berikutnya.

Analisis Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Majalengka periode 2011 hingga 2015 di dalam jurnal tersebut merekam adanya tren penurunan kontribusi pada sektor pertanian.

Sektor primer yang selama puluhan tahun menjadi penopang utama perekonomian daerah perlahan mengalami koreksi secara struktural.

Lebih lanjut, analisis tersebut juga menyoroti bahwa penurunan pada sektor pertanian ini terjadi bersamaan dengan tren pertumbuhan pada sektor jasa dan perdagangan.

Bidang transportasi dan pergudangan mulai mencatat angka pertumbuhan yang positif seiring berjalannya proyek konstruksi fisik bandara.

Dinamika persentase antarsektor ini dipaparkan sebagai indikator awal terjadinya perubahan struktur ekonomi daerah.

Riset ekonomi pada masa itu menyimpulkan bahwa pembangunan infrastruktur besar mempengaruhi basis ekonomi wilayah. Transisi dari sektor pertanian ke sektor jasa merupakan proses panjang yang dimulai sejak tahap konstruksi bandara.

Perubahan komposisi sektor ekonomi pada periode awal ini menandai titik mula transisi Kabupaten Majalengka dari daerah agraris menuju kawasan berbasis industri dan jasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *