Warga Majalengka Wajib Tahu! Kini Kelola Sampah Lebih Mudah Lewat 26 BSU (Bank Sampah Unit) Baru

infomjlk.com — Menghadapi ancaman penumpukan sampah yang kian mengkhawatirkan, Pemerintah Kabupaten Majalengka resmi merombak total strategi pengelolaannya. Tak lagi sekadar mengandalkan pola “angkut-buang”, kini fokus beralih pada penyelesaian masalah langsung dari sumbernya: dapur warga dan lingkungan desa.

Langkah berani ini ditandai dengan pengukuhan 26 Bank Sampah Unit (BSU) baru serta peluncuran inovasi unik bertajuk EMAS PKK (Emak-Emak Kelola Bank Sampah bareng PKK). Acara yang digelar di BSU Permata Palabuan, Kecamatan Sukahaji, Jumat (20/2/2026) ini bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

Dilansir dari Times Indonesia, Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengungkapkan fakta mencengangkan di balik kebijakan ini. Saat ini, volume sampah di Majalengka menembus angka 900 ton per hari. Namun ironisnya, kapasitas TPA Heuleut hanya mampu menampung sekitar 120 ton saja.

“Ketimpangan ini tidak bisa dibiarkan. Kita butuh strategi baru, yaitu pemangkasan residu dari hulu melalui penguatan bank sampah di tiap desa dan kelurahan,” tegas Bupati Eman. Ia menekankan bahwa regulasi pemerintah tidak akan berarti tanpa kesadaran kolektif masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah.

Salah satu sorotan utama dalam strategi baru ini adalah keterlibatan kaum ibu melalui program EMAS PKK. Ketua TP PKK Kabupaten Majalengka, Hj. Iim Maemunah, meyakini bahwa ibu rumah tangga adalah kunci utama perubahan budaya.

“Dari dapur, kebiasaan memisahkan sampah organik dan anorganik akan sangat signifikan menekan beban di tempat pembuangan akhir. Kader PKK akan menjadi motor penggerak sekaligus agen edukasi agar memilah sampah menjadi gaya hidup baru, bukan sekadar program musiman,” ujar Hj. Iim.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Majalengka, Wawan Sarwanto, memastikan bahwa 26 BSU yang dibentuk akan menjadi ujung tombak di lapangan. Melalui gerakan “GEBER JUMAT”, pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan agar sistem bank sampah ini tidak layu di tengah jalan.

Targetnya jelas, mengubah paradigma masyarakat agar melihat sampah bukan sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang bisa dikelola. Dengan strategi ini, Pemkab Majalengka berharap beban TPA berkurang drastis dan tercipta lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *