infomjlk.com — Upaya memperkuat ekonomi akar rumput di Kabupaten Majalengka resmi dimulai melalui peluncuran Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026. Bertempat di Gedung Yudha Karya Bakti Negara (20/2), puluhan pelaku UMKM lokal dibekali keterampilan inovatif pembuatan hampers dan strategi pemasaran digital untuk menyongsong Idulfitri.
Inisiatif yang diusung oleh INOTEK Foundation dan Yayasan Indonesia Setara ini tidak hanya memberikan pelatihan sesaat, tetapi juga pendampingan intensif selama enam bulan. Sandiaga Salahuddin Uno, selaku pendiri Yayasan Indonesia Setara, menegaskan bahwa program ini fokus pada hilirisasi produk lokal untuk mendongkrak pendapatan desa dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Kami ingin memastikan UMKM desa mampu mengoptimalkan potensi lokal mereka agar mandiri secara ekonomi,” ujar Sandiaga.
Dilansir dari Media Indonesia, sejalan dengan visi Majalengka Langkung Sae, Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan, menyatakan dukungan penuh melalui integrasi program daerah seperti GASIK (bantuan modal startup), Lokal Go Viral, hingga program ekspor MADU’E. Pemerintah daerah juga memfasilitasi legalitas NIB gratis serta standarisasi produksi di Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM).
Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dompet Dhuafa dan pemerintah daerah ini disambut antusias oleh warga. Para peserta, mulai dari kelompok wanita tani hingga pelaku usaha olahan mangga, optimistis pelatihan ini akan meningkatkan kualitas produk mereka sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

