Melawan Krisis Identitas, Siasat Seniman Majalengka Meramu Ulang Tradisi Menjadi Musik Kontemporer

infomjlk.com — Tingginya ketertarikan warga negara asing terhadap instrumen kesenian tradisional nusantara saat ini semakin berbanding terbalik dengan tingkat kepedulian masyarakat lokal.

Banyak peneliti hingga seniman mancanegara rela menempuh perjalanan lintas benua demi mempelajari teknik tabuhan gamelan maupun karawitan secara mendalam.

Apresiasi dunia internasional pada instrumen kuno tersebut menjadi ironi di tengah krisis identitas pemuda tanah air yang makin abai terhadap warisan leluhur.

Merespons krisis kepedulian tersebut sejumlah kelompok seni asal Kabupaten Majalengka mengambil langkah taktis melalui gerakan revitalisasi budaya.

Entitas kreatif seperti Lair, Talawengkar hingga Mother Bank menghadirkan cara-cara pelestarian yang jauh dari pendekatan konservatif.

Gerakan musikal ini berfokus pada inovasi tradisi dengan mengolah material alam serta realita kehidupan masyarakat biasa menjadi instrumen sekaligus aliran musik kontemporer yang relevan.

Pemanfaatan material tanah liat dan genteng khas Jatiwangi sebagai medium bebunyian, menjadi sebuah pembuktian akan reka cipta tradisi yang bernilai tinggi.

Melalui aransemen musikal yang diadaptasi dengan identitas daerah, terobosan ini secara perlahan mampu memantik kembali kepedulian generasi masa kini untuk mengenali kebudayaannya.

Kehadiran ruang kreasi mandiri tersebut mengukuhkan fakta bahwa kesenian lokal mampu berevolusi menjadi identitas modern yang tidak sekadar menjadi tontonan eksotis bagi turis asing semata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *