Tradisi Nyekar di Jawa Barat, Cara Masyarakat Sunda Menghormati Para Leluhur pada Momen Lebaran

infomjlk.com — Menyambut Hari Raya Idulfitri, masyarakat Jawa Barat memiliki tradisi ziarah kubur atau nyekar yang begitu melekat.

Berdasarkan ulasan dari laman Tirto.id, bertajuk “Tradisi Lebaran di Jawa Barat: Nyekar hingga Ngapungkeun Balon”. Praktik yang umumnya dilakukan selepas salat Idulfitri ini merupakan perpaduan antara ajaran Islam tentang tazdkiratul akhirah yaitu mengingat akhirat, dengan kearifan lokal masyarakat Sunda dalam menjaga silsilah keluarga dan menghormati para leluhur.

Secara harfiah, melansir laporan budaya detikJabar pada tanggal 7 Februari 2026, istilah nyekar diambil dari kata sekar yang berarti bunga.

Penamaan ini merujuk langsung pada aktivitas masyarakat yang terbiasa menabur bunga dan menyiram air mawar di atas pusara makam sebagai bentuk nyata dari penghormatan tersebut.

Lebih dari sekadar ritual, momen nyekar juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Area pemakaman sering kali menjadi titik kumpul bagi anggota keluarga, termasuk kerabat yang baru tiba dari perantauan.

Tradisi ini menjadi sarana untuk menyambung kembali tali silaturahmi sekaligus memanjatkan doa bersama bagi keluarga yang telah berpulang.

Di tengah arus zaman yang terus berubah, tradisi nyekar tetap bertahan kuat di berbagai wilayah Jawa Barat. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa esensi perayaan Idulfitri juga mencakup doa dan penghormatan bagi mereka yang telah mendahului, bukan sekadar momen berkumpul bagi yang masih hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *