Stop Buang Sampah Sembarangan di Taman Jomantara

Sampah berserakan di Taman Jomantara, Majalengka

Keberadaan fasilitas kebersihan di ruang publik, seperti halnya di Taman Jomantara dan tempat lainnya, sebernarnya telah disediakan oleh pihak pengelola. Tempat sampah terletak di berbagai titik yang relatif mudah dijangkau oleh para pengunjung. Kendati demikian, pemandangan sisa makanan dan minuman yang ditinggalkan begitu saja di area sekitar masih kerap terjadi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa ketersediaan fasilitas saja tidak cukup tanpa adanya pembentukan perilaku disiplin untuk menjaga kebersihan.

Perilaku membuang sampah sembarangan di ruang publik memiliki kaitan erat dengan psikologi massa. Terdapat sebuah pola perilaku di mana satu sampah yang tergeletak akan memicu pengunjung lain untuk melakukan hal serupa di lokasi yang sama. Dari sampah yang sudah ada secara tidak langsung memberikan sinyal permisif kepada lingkungan sekitar bahwa area tersebut adalah tempat yang diwajarkan untuk meninggalkan sisa konsumsi.

Selain dampak dari meniru perilaku sosial, faktor kebiasaan terlalu praktis juga masih melekat dibanyak orang. Mengantongi sampah sementara waktu atau berjalan beberapa meter menuju tempat sampah, sering kali terasa berat. Pengunjung memiliki kecenderungan untuk mengambil cara paling praktis dengan meninggalkan sampah di tempat yang mereka duduki sebelum beranjak pergi.

Melalui refleksi dari fenomena tersebut, seharusnya penataan ruang publik yang bersih mulai diperhatikan melampaui pengadaan infrastruktur kebersihan semata. Pembangunan budaya disiplin memerlukan pergeseran kebiasaan dan cara pandang individu terhadap fasilitas bersama. Pemeliharaan ruang publik bergantung pada kesadaran masing-masing pengunjung, guna merubah sifat praktis dan memutus rantai perilaku membuang sampah sembarangan menjadi aksi konkrit yang lebih baik demi merawat kenyamanan di lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *