Kabupaten Majalengka ternyata menyimpan warisan sejarah yang telah ada sejak ribuan bahkan jutaan tahun silam. Di balik bentang alam perbukitan yang menghiasi wilayah ini, tersimpan jejak kehidupan prasejarah yang perlahan mulai terungkap melalui berbagai temuan arkeologis.
Sejumlah fosil dan artefak berhasil ditemukan di beberapa lokasi, mulai dari fosil gajah purba (stegodon), gigi hiu purba megalodon, tanduk rusa, tulang banteng, hingga kapak batu yang diyakini pernah digunakan manusia purba sebagai alat berburu dan bertahan hidup. Temuan-temuan tersebut tersebar di kawasan Baribis, Nunuk, dan Jatiwangi. Meski masih memerlukan penelitian lebih lanjut, rangkaian penemuan itu menjadi petunjuk kuat bahwa wilayah Majalengka pernah menjadi tempat hidup dan beraktivitas manusia purba.
Dilansir dari Detik Jabar, pegiat sejarah Majalengka, Nana Rohmana atau yang akrab disapa Naro, mengatakan kawasan Baribis merupakan salah satu lokasi yang memiliki potensi besar sebagai situs prasejarah. Menurutnya, perhatian para peneliti terhadap wilayah tersebut sudah muncul sejak masa kolonial Belanda. Pada sekitar tahun 1930-an, ilmuwan Belanda dilaporkan menemukan fosil rahang stegodon di kawasan Baribis.
Penemuan itu menjadi salah satu bukti awal yang mengindikasikan adanya kehidupan purba di wilayah tersebut. Naro menjelaskan, banyaknya fosil mamalia besar seperti banteng dan rusa menguatkan dugaan bahwa Baribis dahulu merupakan kawasan perburuan yang dimanfaatkan manusia purba untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Tak jauh dari Baribis, warga Jatiwangi juga pernah menemukan kapak batu yang diduga merupakan alat buatan manusia purba. Artefak tersebut menjadi bukti tambahan adanya aktivitas manusia di kawasan itu pada masa prasejarah. Menariknya, Baribis diperkirakan memiliki kondisi geografis yang sangat berbeda dibandingkan saat ini. Berdasarkan temuan fosil hewan laut, kawasan tersebut diduga pernah menjadi wilayah pesisir sebelum mengalami perubahan bentang alam selama jutaan tahun.
Penelusuran jejak purba juga mengarah ke kawasan Nunuk. Wilayah yang didominasi perbukitan dan hutan terbuka itu diyakini menjadi habitat ideal bagi mamalia besar. Di lokasi tersebut kembali ditemukan fosil stegodon, bahkan diduga terdapat fosil gigi hiu megalodon, predator raksasa yang pernah menguasai lautan purba.
Beragam penemuan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa Majalengka menyimpan potensi besar sebagai kawasan peninggalan prasejarah. Kini, penelitian lanjutan diharapkan mampu mengungkap lebih banyak fakta sekaligus menyusun sejarah lengkap kehidupan manusia purba yang pernah menghuni tanah Majalengka.

