infomjlk.com — Sore hari selama bulan puasa biasanya identik dengan kegiatan di luar rumah. Kita terbiasa berkeliling mencari takjil atau menikmati suasana kota sambil menunggu waktu berbuka.
Di antara rutinitas ngabuburit tersebut, sebenarnya ada satu pilihan sederhana yang menarik untuk dicoba, yaitu membawa buku bacaan.
Membuka buku di tempat umum mungkin masih terlihat asing bagi sebagian orang, tetapi cara ini cukup efektif untuk menyiasati durasi puasa. Saat mata fokus menyelami kata demi kata pada buku bacaan, hitungan menit menuju adzan tidak lagi terasa lambat.
Pikiran kita dialihkan dari rasa lapar ke dalam cerita atau gagasan baru, membuat waktu menjadi terasa lebih cepat berlalu tanpa disadari.
Selain itu, membaca merupakan aktivitas yang bersifat santai dan tidak mengikat, karena kita bisa melakukannya di mana saja entah itu saat duduk di taman kota atau sembari menunggu antrean makanan yang panjang.
Jenis buku yang dibawa pun tak perlu sesuatu yang berat untuk dipahami. Cukup pilih novel atau komik yang menghibur sehingga kita tetap bisa menikmati suasana sore yang ramai tanpa harus merasa jenuh menunggu waktu berbuka.
Menghadirkan buku di sela waktu puasa sebenarnya hanya perihal mengubah kebiasaan lama menjadi lebih variatif, agar tidak terpaku dengan kegiatan itu-itu saja.
Kita tidak perlu merasa terbebani untuk membaca sampai tuntas dalam sekali duduk. Cukup nikmati bacaan semampunya saja sehingga waktu luang sebelum berbuka tidak habis hanya untuk melamun menunggu suara bedug tiba.

