infomjlk.com — Pemerintah Kabupaten Majalengka terus berupaya membenahi infrastruktur jalan sepanjang 1.408 kilometer yang tersebar di wilayah kabupaten dan desa. Dilansir dari Tribun Jabar, Kepala Dinas PUTR Majalengka, Agus Permana, mengungkapkan bahwa kebutuhan ideal untuk penanganan jalan dan jembatan mencapai Rp500–600 miliar per tahun agar kondisi jalan tetap optimal.
Meski kebutuhan anggaran cukup besar, keterbatasan fiskal daerah membuat perbaikan dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2026, Pemkab Majalengka berkomitmen meningkatkan alokasi anggaran infrastruktur menjadi sekitar Rp140 miliar, naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp93 miliar. Anggaran ini diperoleh melalui efisiensi belanja daerah, seperti pengurangan biaya perjalanan dinas dan makan minum.
“Semua wilayah mendapatkan alokasi, baik perkotaan maupun pedesaan. Namun karena keterbatasan, penanganan dilakukan bertahap sesuai skala prioritas,” ujar Agus, Minggu (22/2/2026).
Senada dengan hal itu, Kabid Bina Marga, Andi Eka Siswanto, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 penanganan akan difokuskan pada sekitar 250 ruas jalan dengan total panjang kurang lebih 115 km yang tersebar merata di wilayah utara, tengah, dan selatan Majalengka.
Selain mengandalkan APBD, Pemkab Majalengka juga aktif melobi Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Barat untuk mendapatkan tambahan dana bantuan guna mempercepat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat sesuai visi pembangunan 2025–2030.
Sejumlah program yang telah dan sedang dilaksanakan antara lain:
– Jalan Beusi–Beber (APBN 2025) sebesar Rp11 miliar
– Jalan Bongas–Bantarwaru (APBN 2026) sebesar Rp22 miliar
– Payung–Sadarehe (DAK 2026) sebesar Rp14 miliar
– Cikaracak–Sadarehe (Provinsi 2026) sebesar Rp10 miliar
– Jalan Akses Polman Panyingkiran (Provinsi 2025) sebesar Rp11 miliar
Selain itu, terdapat beberapa ruas jalan yang masih dalam tahap pembahasan untuk pendanaan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, yaitu ruas Tonjong–Jatiwangi, Bantarujeg–Malausma, serta Haurgeulis–Cikidang.

