Hasil Survei di Instagram InfoMJLK : Ribuan Warga Majalengka Belum Puas Atas Kinerja Satu Tahun Eman-Dena

Infomjlk.com Sejak dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta. Tak terasa usia kepemimpinan pasangan Eman-Dena sudah menyentuh satu tahun dalam memimpin Kabupaten Majalengka tercinta.

Untuk mengetahui sejauh mana kepemimpinan Bupati Eman dan Wabup Dena ini berdampak kebaikan bagi masyarakat Majalengka. Maka dari itu, tim InfoMJLK melakukan survei secara random sampling di media sosial Instagram pada 20 Februari – 22 Februari 2026.

Survei dilakukan selama tiga hari yang dilakukan sejak tanggal 20 Februari 2026 di akun media sosial InfoMJLK. Sebanyak 65 persen warga Majalengka memilih “BELUM PUAS” atas kinerja Bupati dan Wakil Bupati Majalengka selama setahun memimpin dan sisanya sebesar 35 persen memilih “PUAS”.

Tak hanya itu, ratusan komentar mengungkapkan keresahan terkait kondisi Jalan di Majalengka yang masih bolong-bolong dan hingga saat ini tak kunjung perbaiki.

Beberapa warginet Majalengka pun mengeluhkan keterlambatan pembayaran Siltap bagi perangkat desa yang “BELUM” dibayarkan selama 2 bulan bahkan hampir menginjak 3 bulan.

Dua komentar dengan nada yang sama tersebut menjadi yang terbanyak dilontarkan oleh warginet Majalengka terkait pendapat kepuasaan kepemimpinan Bupati Eman dan Wabup Dena selama setahun.

Selain itu, salah seorang warginet Majalengka juga mengemukakan pendapatnya selama setahun memimpin, terlalu banyak kegiatan seremonial dan gimmick tanpa diiringi dengan bukti yang konkret.

“Loba (banyak) program gimmick. Contoh Gema Insani,” sebut warginet Majalengka.

“Kurang inovatif, banyak gimmick. Belum ada program yang jelas dan spesifik. Visi andalan Majalengka Langkung Sae hanya seakan visi yang hilang arah dan terlalu Majalengka kota radiusnya,” timpal warginet lainnya.

Namun dibalik komentar kritis dan saran yang dikemukakan warginet Majalengka tersebut. Kepemimpinan Eman-Dena memang baru seumur jagung (satu tahun). Namun bukan tanpa tangan kosong, kedua sosok kebanggaan Majalengka tersebut sudah melahirkan program yang konsisten dilakukan yaitu Geber Jumat.

Ada sisi positif dari program tersebut. Salah satunya menciptakan kebiasaan warga Majalengka dalam menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih dari sampah. Meski memang penerapan program tersebut masih belum masif.

Menilik dari hal itu, masyarakat memang sejatinya membutuhkan bukti nyata dari kalimat “Langkung Sae” yang terus digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka.

Meski memang “Langkung Sae” masih belum terealisasi dikarenakan adanya efisiensi anggaran yang tentu saja berpengaruh terhadap pembangunan di Majalengka.

Namun “efisiensi” anggaran seharusnya bukan alasan yang harus diungkapkan kepada masyarakat. Karena sejatinya, warga Majalengka menginginkan pemimpinnya bekerja dengan sepenuh hati melayani dengan program-program yang pro rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *