infomjlk.com — Bicara soal perhitungan hari lahir hingga kecocokan jodoh, kebanyakan orang pasti langsung teringat pada Weton. Tradisi astrologi dari tanah Jawa ini memang jauh lebih populer dan sangat akrab di telinga masyarakat luas.
Padahal bagi masyarakat di tatar Sunda termasuk Majalengka karuhun, sebenarnya mewariskan sistem perhitungan waktu yang memiliki akar tradisi yang sama tuanya.
Sistem penanggalan dan ramalan khas Sunda ini bernama Wedal. Jika Weton berpegangan pada kitab Primbon maka Wedal berakar pada naskah Paririmbon dengan rumusan ilmu yang disebut Palintangan.
Konsep dasarnya berjalan pada perhitungan yang mirip yaitu mengawinkan nilai tujuh hari dalam seminggu dengan lima hari pasaran seperti Manis Pahing Pon Wage dan Kaliwon untuk menghasilkan angka naptu.
Pada zamannya angka naptu ini dipegang erat oleh para sesepuh sebagai kompas kehidupan. Hasil perhitungannya dipakai untuk membaca karakter bawaan manusia menentukan hari baik sebuah hajatan hingga patokan masa tanam di sawah.
Mempelajari Wedal jelas bukan untuk menyaingi pamor Weton melainkan menjadi sebuah langkah paling mendasar agar warga Sunda tidak tercabut dari akar tradisinya.

