infomjlk.com — Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2). Peristiwa yang mengguncang dunia ini dilaporkan telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa kompleks kediaman Khamenei di Teheran hancur lebur dihantam puluhan bom, meski pihak Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait kabar tersebut.
Perang terbuka ini memakan korban jiwa yang sangat besar. Di wilayah Iran Selatan, serangan rudal menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab yang mengakibatkan 108 orang tewas. Secara keseluruhan, Bulan Sabit Merah Iran mencatat sedikitnya 201 warga tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat agresi tersebut.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone yang menyasar Tel Aviv hingga ke wilayah negara tetangga. Di Tel Aviv, satu warga dilaporkan tewas. Sementara itu, serangan Iran juga menjangkau Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar, yang menyebabkan kerusakan di Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi, Bandara Dubai, serta pangkalan militer Al Udeid di Doha. Di Dubai, puing drone yang dicegat bahkan sempat memicu kebakaran di hotel ikonik Burj Al Arab.
Menanggapi situasi yang kian genting, Garda Revolusi Iran resmi mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh lalu lintas kapal tanker dan komersial dengan alasan keamanan. Penutupan jalur perdagangan minyak vital ini diprediksi akan memicu guncangan ekonomi global di tengah kecamuk perang yang masih berlangsung.
Sumber: Diringkas dari laporan detik.com (1/3/2026) yang menghimpun informasi dari AFP, Al Jazeera, Anadolu Agency, Kantor Berita Mizan, dan Tasnim.

