infomjlk.com — Pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa umumnya lebih banyak difokuskan pada rentang usia produktif atau generasi muda.
Namun warga di lingkungan Kaputren memiliki pendekatan yang berbeda dengan turut merangkul kelompok lanjut usia. Masyarakat setempat menyadari bahwa para lansia tetap membutuhkan ruang interaksi dan kegiatan sosial yang sesuai dengan kapasitas fisik mereka.
Di wilayah ini kepedulian tersebut diwujudkan secara nyata lewat program Sekolah Lansia. Melalui program ini para orang tua difasilitasi untuk rutin berkumpul satu minggu sekali.
Kegiatannya diisi dengan lokakarya kerajinan tangan yang secara khusus dirancang menyesuaikan dengan rentang usia dan kemampuan mereka. Program ini merupakan sebuah wadah kegiatan yang dibangun agar para lansia tetap memiliki aktivitas yang positif.
Lebih dari sekadar membuat kerajinan rutinitas mingguan, program ini memiliki peran penting dalam merawat paguyuban. Pertemuan ini menjadi ruang interaksi sosial yang mengikat kembali tali silaturahmi antarwarga.
Para lansia diberikan wadah untuk terus bersosialisasi sehingga meminimalisir potensi keterasingan sosial di masa tuanya. Program Sekolah Lansia di Kaputren ini menunjukkan bahwa upaya memajukan sebuah daerah dapat dilakukan dengan merangkul semua kelompok usia.

