infomjlk.com — Kapan tepatnya kita berhenti jadi pemburu amplop dan mendadak jadi donatur bagi keponakan dan sanak saudara?
Bagi Gen Z, perubahan ini seolah muncul begitu cepat tanpa disadari. Rasanya baru kemarin kita yang antre paling depan menanti jatah, namun situasi membuat adanya pergeseran peran, dimana sekarang ini yang dihadapi adalah tangan-tangan mungil mulai menengadah ke arah kita.
Kondisi ini sebenarnya bukan hanya dialami oleh Gen Z, karena generasi sebelumnya pun melewati fase serupa saat mulai memasuki usia dewasa, terutama ketika menapaki dunia kerja.
Bedanya, sekarang giliran kita yang harus tampil sebagai sosok mapan di tengah impitan biaya hidup yang kian menjepit.
Padahal jika boleh menyatakan secara jujur sembari menilik keadaan, banyak dari kita yang sebenarnya masih sangat membutuhkan “dana tambahan” tersebut karena saldo di rekening sering kali hanya lewat permisi, nyaris tak pernah menetap lama.
Mau tidak mau, terdapat tuntutan tanggung jawab baru yang harus dipikul demi menjaga tradisi keluarga tetap hidup.
Walaupun kondisi finansial pribadi masih belum sepenuhnya stabil, kita mulai belajar menempatkan diri sebagai pemberi.
Kebiasaan masa kecil yang sibuk menghitung total perolehan di momen hari raya, sekarang mulai berganti menjadi aktivitas memastikan lembaran uang tetap tersisa setelah semua amplop selesai dibagikan.

