infomjlk.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini bagi warga Kabupaten Majalengka dan Jawa Barat. Musim kemarau tahun 2026 diprediksi akan menyapa wilayah ini lebih cepat dari biasanya, dengan kondisi yang jauh lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan analisis BMKG Jawa Barat, Majalengka dijadwalkan mulai memasuki periode musim kemarau pada rentang Mei hingga Juni 2026. Meskipun beberapa wilayah Jabar sudah kering sejak Maret, Majalengka akan masuk dalam gelombang besar wilayah yang mengalami transisi total di pertengahan tahun ini.
Kondisi paling panas dan kering di Majalengka diperkirakan terjadi pada puncaknya di bulan Agustus 2026. BMKG juga mencatat durasi kemarau kali ini akan terasa lebih panjang, yakni sekitar 5 bulan (13–15 dasarian), dengan curah hujan yang diprediksi berada di bawah normal.
Poin Penting untuk Warga Majalengka:
– Siaga Kekeringan: Sekitar 93% wilayah Jawa Barat, termasuk Majalengka, akan mengalami kondisi lebih kering dari rata-rata klimatologisnya.
– Sektor Pertanian: Petani diimbau menyesuaikan pola tanam dan mengelola cadangan air irigasi lebih dini guna menghindari gagal panen.
– Risiko Karhutla: Masyarakat diminta waspada terhadap potensi kebakaran lahan akibat cuaca ekstrem yang kering.
Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan mulai melakukan langkah mitigasi seperti penghematan air bersih sebelum puncak kekeringan melanda.

