Nostalgia Masa Kecil, Pohon Jamblang yang Kian Langka di Majalengka Menyimpan Potensi Besar untuk Dibudidaya

Bagi generasi yang tumbuh di Majalengka era 90-an hingga 2000-an, pohon jamblang atau duwet yang kerap dijuluki sebagai “Anggur Majalengka”, dulunya sangat lekat dengan keseharian. Mulai dari tradisi ngala jamblang di pekarangan, hingga membelinya dari pedagang keliling di sekitar sekolah. Sensasi sepat-manis serta jejak noda ungu di lidah menjadi kenangan masa kecil bagi mereka yang kini sudah beranjak dewasa. Sayangnya, memori ini perlahan menguap seiring pergeseran gaya hidup dan selera.

Saat ini, eksistensi pohon jamblang di lanskap Majalengka kian terpinggirkan. Di beberapa wilayah seperti Kelurahan Babakan Jawa, Cicurug, hingga Desa Sidamukti, populasinya menyusut cukup drastis. Kebanyakan pohon tersebut ditebangi warga karena pekarangannya dikonversi untuk tanaman lain yang dianggap lebih bernilai ekonomi, seperti mangga. Akibatnya, tanaman itu makin sulit dijumpai di area permukiman.

Padahal, tanaman bernama latin Syzygium cumini ini menyimpan potensi besar jika terus dibudidayakan. Literatur mencatat bahwa buah duwet menyimpan nutrisi yang tinggi, kaya antioksidan, vitamin C, serta mengandung senyawa aktif yang dapat mengontrol gula darah. Jamblang memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan, dan tentunya cara merawat tanaman tersebut tidak terlalu rumit.

Selain itu, jika dilihat dari bagian-bagian pada pohon jamblang, ternyata keberadaannya sangat relevan dengan kondisi alam di daerah. Meski pohon utamanya sudah habis dipangkas, tunas-tunas baru atau terubusan yang tertinggal, masih tetap tumbuh subur dan bertahan di area lahan kritis. Sehingga dari kemampuan adaptasi yang demikian, pohon jamblang dapat dijadikan sebagai salah satu vegetasi untuk upaya konservasi tanah dan air di Majalengka.

Fenomena langkanya pohon jamblang dari lanskap permukiman, tidak terbatas dalam urusan merawat nostalgia budaya urban masa lalu semata. Lebih dari itu, harapannya masyarakat bisa kembali menyadari dan memaksimalkan potensi tanaman lokal yang mampu memulihkan keseimbangan ekosistem sekaligus menjadi salah satu dari sekian banyaknya jenis tanaman, yang dapat turut serta menopang kesehatan warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *