Inflasi atau Deflasi? Membaca Data Ekonomi Majalengka Awal Tahun 2026

infomjlk.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka merilis Berita Resmi Statistik pada 2 Februari 2026 yang memotret dua sisi ekonomi berbeda.

Laporan tersebut menunjukkan adanya penurunan harga (deflasi) dalam hitungan bulan, namun tren kenaikan harga (inflasi) tetap terjadi secara signifikan dalam hitungan tahun.

Secara jangka pendek atau biasa dikenal istilah month-to-month, Majalengka mencatatkan deflasi sebesar 0,11 persen dibandingkan Desember 2025.

Penurunan indeks harga ini utamanya disebabkan oleh normalnya kembali harga komoditas pasca-liburan Natal dan Tahun Baru, seperti turunnya harga daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, serta berbagai jenis sayuran.

Sebaliknya, jika dilihat secara tahunan atau year-on-year, Majalengka mengalami inflasi sebesar 3,09 persen.

Data menunjukkan biaya hidup jangka panjang meningkat tajam, dipicu oleh lonjakan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencapai 21,44 persen, serta kenaikan biaya perumahan, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 9,25 persen.

Dalam lingkup regional, inflasi tahunan Majalengka ini berada di posisi tengah, tercatat lebih rendah dari Kota Sukabumi yaitu 3,74 persen namun sedikit di atas Kabupaten Subang yang besarnya 2,92 persen.

Data ini menyatakan bahwa meskipun terjadi koreksi harga sesaat di awal tahun, biaya hunian dan kebutuhan dasar warga secara umum tercatat mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *