Bukan Sekadar Seremonial, Bupati Eman Targetkan Budaya Bersih Jadi Peradaban Baru di Majalengka

infomjlk.com — Persoalan sampah kini menjadi isu krusial yang mendapat perhatian khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto. Merespons hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Majalengka menegaskan bahwa gerak cepat penanganan kebersihan di wilayahnya sudah melampaui sekadar wacana.

Dilansir dari Times Jabar, Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyatakan bahwa visi pemerintah pusat dalam memerangi sampah sejatinya sudah menjadi napas pembangunan di Majalengka. Sejak awal menjabat, Eman telah menginisiasi program “Geber Jumat” (Gerakan Bersih-Bersih Jumat). Hingga Selasa (3/2/2026), aksi nyata ini tercatat telah konsisten dilaksanakan sebanyak 41 kali.

“Instruksi Bapak Presiden sangat sejalan dengan apa yang telah kami kerjakan. Sejak awal, kami tidak hanya memberi perintah, tapi turun langsung ke lapangan untuk menangani persoalan ini,” ujar Bupati Eman dengan tegas.

Bagi pria yang akrab disapa Mama Eman ini, sampah bukan sekadar masalah estetika yang merusak wajah kota, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah pola pikir dan menjadikan sampah sebagai “musuh bersama”.

“Hari ini kita harus perang dengan sampah. Jangan sampai sampah menjadi masalah besar di kemudian hari,” imbuhnya.

Guna memperkuat gerakan ini, Bupati Eman telah menginstruksikan seluruh elemen kekuatan di Majalengka untuk bergerak serentak. Tidak hanya jajaran birokrasi, kolaborasi ini melibatkan TNI, Polri, kejaksaan, hingga sektor pendidikan. Ia menginginkan semangat gotong royong ini merasuk hingga ke tingkat desa dan sekolah-sekolah.

Membangun Peradaban Lewat Kesadaran Kolektif

Ke depan, strategi penanganan sampah di Majalengka akan dibuat lebih terstruktur dan tematik. Setiap pekannya, fokus area yang dibersihkan akan berganti-ganti agar hasil yang dicapai lebih terarah dan berkelanjutan.

Namun, di atas teknis pelaksanaan, Eman menekankan pentingnya pembangunan mentalitas. Ia ingin kebersihan menjadi budaya, bukan sekadar seremonial mingguan.

“Membangun kesadaran kolektif adalah kunci. Kita ingin mewujudkan Majalengka yang ‘Langkung SAE’ (lebih baik). Ini adalah ikhtiar kita bersama, dari Jumat ke Jumat, mengubah kesadaran menjadi sebuah peradaban baru yang bersih dan sehat,” pungkasnya optimis.

Dengan sinergi antara kebijakan pusat dan aksi lokal yang konsisten, Majalengka kini bersiap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan daerah yang nyaman dan bebas sampah di Jawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *