Geger! Babi Hutan Kian Marak di Sindangkasih Majalengka, Warga Gelar Perburuan Besar-besaran

infomjlk.com — Warga Kelurahan Sindangkasih, Majalengka, tengah diresahkan oleh meningkatnya frekuensi penampakan babi hutan liar selama dua minggu terakhir. Hewan-hewan ini tak hanya terlihat di area persawahan, namun juga mulai berani berkeliaran hingga mendekati permukiman dan kandang ternak warga. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi kerusakan lahan dan keselamatan ternak.

Laporan dari beberapa warga menunjukkan bahwa babi hutan terlihat berkeliaran di sekitar pesawahan yang berbatasan dengan hutan, mencakup wilayah Jaksa (Blok Minggu), Parakan (Leuwilenggik), dan Leuwidahu (Blok Jumat) serta wilayah lain di perbatasan Sindangkasih-Cibodas. Bahkan beberapa kali terlihat di sekitar selokan yang berada dekat dengan lokasi ternak warga. Peningkatan penampakan yang drastis ini mengindikasikan bahwa babi hutan semakin berani atau mungkin dipicu oleh semakin minimnya sumber makanan di habitat aslinya.

Seorang warga, Bapak Gunawan menuturkan bahwa ia sempat terkejut melihat seekor babi hutan melintas di dekat kandang domba miliknya saat malam hari. “Awalnya hanya dengar suara mendengus, saya kira anjing, ternyata babi hutan. Syukurlah belum sempat menyerang ternak,” ujarnya.

Merasa terancam dengan kehadiran babi hutan yang semakin sering, warga bersama para pemburu lokal telah berinisiatif menggelar dua kali perburuan besar-besaran dalam kurun waktu dua minggu terakhir. Aksi perburuan ini melibatkan sejumlah besar warga dan para pemburu beserta anjing-anjing terlatih. Perburuan pertama dilaporkan terjadi pada akhir pekan lalu, dan yang kedua dilakukan kemarin sore, Senin (29/9/2025). Kedua upaya ini dilakukan untuk mengendalikan populasi babi hutan dan mengembalikan rasa aman kepada warga. Perburuan ini difokuskan di area perbatasan hutan dan lahan pertanian, tempat penampakan babi hutan paling sering dilaporkan.

Meski demikian, pihak warga dan pemburu belum melaporkan secara pasti mengenai jumlah babi hutan yang berhasil ditangkap atau dilumpuhkan. Yang jelas, upaya ini menunjukkan keseriusan warga dalam menanggapi masalah ini.

Menanggapi situasi ini, tokoh masyarakat setempat dan antar warga saling menghimbau agar, terutama yang tinggal di dekat area persawahan atau memiliki ternak, untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk menjaga keamanan kandang ternak dan tidak berjalan sendirian di area sepi, terutama saat malam hingga dini hari.

Warga berharap agar pihak terkait dapat memberikan solusi jangka panjang untuk menanggulangi masalah ini, sehingga aktivitas pertanian dan beternak dapat kembali berjalan normal tanpa dihantui ketakutan akan serangan babi hutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *