infomjlk.com — Para petani di Kabupaten Majalengka menyambut kebijakan pemerintah dengan sukacita setelah harga jual pupuk bersubsidi resmi diturunkan hingga 20 persen. Penurunan ini membuat harga Urea kini menjadi Rp 180.000 per kuintal dan NPK Rp 184.000 per kuintal, sebuah kabar baik menjelang dimulainya musim tanam rendeng dan ngapat.
Sejumlah petani, seperti Sudiasih dari Desa Nunuk, Kecamatan Maja, mengungkapkan kelegaan mereka. Sebelumnya, ia sempat terbebani dengan harga Urea yang mencapai Rp 225.000 per kuintal. “Kalau benar, senang sekali,” ujarnya, sembari berharap pemerintah juga dapat menurunkan harga obat-obatan pertanian. Senada, petani asal Baribis, Karsa, memuji program ini sebagai langkah yang “pro terhadap para petani” dan sangat membantu. Ia juga berpesan agar penyaluran pupuk oleh kios dipermudah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Majalengka, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menekan biaya usaha pertanian, sekaligus membuat sektor pangan Majalengka, di mana 70% dari 1,3 juta penduduknya adalah petani, menjadi lebih prospektif.
Saat ini, stok pupuk di tingkat penyalur dilaporkan aman. Meskipun demikian, Eneng Salaimah, penyalur pupuk di Cicenang, Kecamatan Cigasong, menyebut penyerapan pupuk masih tergolong rendah, kemungkinan karena mayoritas petani belum sepenuhnya memulai masa tanam.

