infomjlk.com — Kawasan Rebana kini membidik Tiongkok untuk memperkuat posisinya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Langkah strategis ini diawali dengan pertemuan intensif antara Badan Pengelola Kawasan Rebana (BP Rebana) dan Hangzhou Qiantang Center for Contemporary Internationalization Studies (QTCCIS) di Provinsi Zhejiang.
Upaya jemput bola ini bukan sekadar kunjungan biasa. BP Rebana berupaya memanfaatkan jaringan luas QTCCIS—lembaga riset internasional yang menaungi ratusan pakar—untuk menjadikan Jawa Barat sebagai destinasi utama bagi para investor dari Negeri Tirai Bambu.
Dilansir dari Tribun Jabar, Kepala Pelaksana BP Rebana, Helmy Yahya, menegaskan bahwa pihaknya tengah aktif membangun ekosistem investasi asing yang berkualitas. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada modal, tetapi juga pada penguatan fondasi kawasan melalui:
– Riset Kebijakan: Menyusun panduan strategis pengembangan kawasan.
– Penataan Industri: Mengatur tata letak industri agar lebih efisien dan modern.
– Promosi Terpadu: Melakukan pemasaran yang lebih presisi kepada target investor di Tiongkok.
Penjajakan ini secara spesifik menyasar sektor-sektor high-end yang memiliki nilai tambah tinggi. BP Rebana berharap adanya integrasi rantai pasok internasional, khususnya pada bidang:
– High-end Manufacturing (Manufaktur canggih).
– Ekonomi Digital.
– Biomedicine (Biomedis).
Selain fokus pada aliran modal, kerja sama ini juga mencakup pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pertukaran pengetahuan dan penguatan hubungan antarlembaga dianggap menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi di Kawasan Rebana bisa berjalan berkelanjutan dan kompetitif di kancah global.
Dengan langkah ini, Kawasan Rebana optimis dapat mempercepat realisasi proyek-proyek strategis sekaligus mematangkan kesiapan industri lokal dalam menyambut standar manufaktur internasional.

