infomjlk.com — Bandara Kertajati sebenarnya memiliki aset yang sangat berharga namun belum terpakai maksimal yaitu infrastruktur sisi udara yang sangat luas. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Wisnu Darjono bersama tim, kondisi apron atau tempat parkir pesawat yang sangat lega di Kertajati merupakan daya tarik utama bagi operasional jet pribadi dan penerbangan non-reguler. Kekosongan lahan parkir pesawat ini justru menjadi peluang emas jika dialihkan fungsinya untuk melayani segmen pasar elit yang selama ini tidak tertampung dengan baik di Jakarta.
Selama ini jet korporat dan pesawat carter di wilayah Jakarta seringkali harus berebut slot terbang maupun tempat parkir dengan pesawat komersial berjadwal yang frekuensinya sangat padat. Kondisi tersebut membuat pengguna jet pribadi sering mengalami penundaan jadwal terbang yang tidak menentu.
Dengan memindahkan basis operasi ke Kertajati, segmen penerbangan mewah ini akan mendapatkan kepastian waktu terbang serta kebebasan operasional yang jauh lebih tinggi. Strategi ini dinilai lebih menguntungkan karena karakteristik penumpang jet pribadi tidak terlalu sensitif terhadap jarak tempuh darat melainkan lebih mengutamakan kecepatan layanan dan ketersediaan ruang parkir pesawat.
Selain itu, transformasi menjadi pusat logistik dan tempat perawatan pesawat akan menciptakan ekosistem bisnis yang jauh lebih mandiri bagi Kertajati. Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa pendapatan dari jasa parkir pesawat jangka panjang dan perawatan jet pribadi memiliki margin keuntungan yang lebih stabil dibandingkan terus menerus mengharapkan jumlah penumpang umum.
Langkah ini dianggap sebagai jalan keluar paling realistis agar investasi besar pada bandara tersebut dapat teroptimalisasi dengan tepat sasaran. Fokus pada pasar khusus yang selama ini terpinggirkan di bandara lain akan membuat Kertajati memiliki daya tawar serta identitas baru yang jauh lebih kuat di industri penerbangan.

