Strategi Pemisahan Fungsi Penerbangan Sebagai Solusi Masa Depan Bandara Kertajati

infomjlk.com — Upaya pemerintah dalam mengaktifkan Bandara Kertajati kini mendapatkan sudut pandang baru melalui hasil riset yang dipimpin oleh Wisnu Darjono. Dalam studi yang dipublikasikan pada Planning Malaysia Journal tahun 2025, tim peneliti menekankan bahwa solusi bagi Kertajati bukan dengan memaksanya bersaing secara langsung di pasar yang sama dengan Jakarta. Strategi utamanya adalah penerapan pemisahan fungsi bandara secara tegas untuk mengurai kemacetan lalu lintas udara di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

Riset tersebut memaparkan bahwa saat ini terjadi penumpukan beban operasional yang tidak sehat karena semua bandara di wilayah ini dipaksakan melayani jenis penerbangan yang serupa. Strategi pemisahan fungsi yang ditawarkan dalam jurnal ini membagi peran setiap bandara ke dalam kasta yang berbeda. Bandara Soekarno Hatta tetap difokuskan sebagai hub internasional dan domestik utama bagi maskapai layanan penuh. Sementara itu, Bandara Halim Perdanakusuma disarankan kembali pada fungsi terbatas untuk penerbangan militer dan kenegaraan saja.

Dalam skema pembagian tersebut, Kertajati diproyeksikan mengambil alih seluruh fungsi pendukung yang selama ini mengganggu efisiensi di Jakarta. Selain melayani penerbangan carter dan jet pribadi, Kertajati diusulkan menjadi pusat bagi sekolah penerbangan serta operasional kargo udara skala besar. Dengan memindahkan fungsi-fungsi pendukung ini, ruang udara di Jakarta akan menjadi jauh lebih lega untuk penerbangan komersial massal, sementara Kertajati mendapatkan ekosistem bisnis yang stabil tanpa harus berebut penumpang reguler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *