Pentingnya Literasi Kritis dalam Membaca Makna di Balik Pernyataan Birokrasi

infomjlk.com — George Orwell pernah mengingatkan bahwa susunan kalimat yang terlalu rapi dalam ranah publik sering kali berfungsi untuk membungkus kenyataan agar lebih mudah diterima.

Strategi pengemasan bahasa ini membuat persoalan serius terdengar seperti hal teknis yang wajar dan tidak perlu diperdebatkan panjang lebar. Kita seolah diajak untuk memaklumi keadaan hanya karena istilah yang dipakai terdengar begitu santun dan teratur.

Kita bisa melihat bagaimana pemilihan kata tertentu mampu mengubah rasa dari sebuah peristiwa. Sebuah kebijakan yang memberatkan daya beli akan terdengar jauh lebih netral ketika disebut sebagai penyesuaian tarif ketimbang kenaikan harga.

Begitu pula dengan penggeseran permukiman yang terasa lebih manusiawi saat dibungkus dengan istilah penataan wilayah. Bahasa yang santun ini secara perlahan menciptakan jarak sehingga kita tidak benar-benar merasakan akibat langsung dari sebuah keputusan.

Kondisi inilah yang menuntut kehadiran literasi dalam menangkap sebuah arti yang lebih jauh lagi. Kemampuan membaca tidak lagi cukup hanya dengan mengeja deretan huruf melainkan harus disertai kepekaan untuk menerjemahkan kode-kode bahasa tersebut ke dalam makna aslinya.

Literasi adalah alat navigasi utama agar nalar kita tidak tersesat dalam permainan kata yang indah namun sering kali menyembunyikan substansi persoalan yang sebenarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *