Menjalin Silaturahmi dan Merawat Gagasan melalui “Tadarus Budaya” di Bulan Ramadhan 

infomjlk.com — Warga Kampung Kaputren, Desa Putridalem, memiliki cara tersendiri dalam memaknai bulan suci Ramadhan.

Mereka rutin menggelar tradisi tahunan bernama “Tadarus Budaya”, yaitu sebuah forum produktif yang memanfaatkan waktu luang di akhir pekan, dengan menggelar ruang diskusi mengenai persoalan kebudayaan dan sosial kultural di masyarakat.

Kegiatan ini diadakan secara rutin setiap hari Minggu, khususnya di bulan puasa dan bertempat di balai pertemuan kampung kaputren. Jika menafsir kata “tadarus” itu sendiri, aktivitasnya cenderung identik dengan rutinitas membaca ayat suci.

Namun berbeda dengan kegiatan forum yang satu ini. Justru maksud dari tadarus versi mereka adalah membedah, dan perkara yang dibahaspun amat beragam dalam konteks kebudayaan. Gagasannya dapat merambah ke isu-isu sosial, tradisi, hingga dinamika kemasyarakatan yang berkembang.

Diskusi terbuka ini secara konsisten menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang yang berbeda setiap pertemuannya. Mengingat tahun ini, mulai memasuki tahun keempat pelaksanaan kegiatan tersebut, gaung-gaung soal “Tadarus Budaya” pun semakin diakui luas.

Jika pada masa-masa awal lahirnya Tadarus Budaya mengharuskan ada langkah proaktif untuk mencari dan mengundang beberapa pembicara, kini situasinya berbalik. Dimana banyak tokoh atau kelompok dari luar daerah yang justru mengajukan diri sebagai pembicara untuk ikut serta memaparkan gagasannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *