infomjlk.com — Ingatkah kita dengan jargon megah semacam satu keluarga satu sarjana yang kerap menggema di telinga masyarakat ?
Namun di tengah urusan volume sampah rumah tangga yang seolah tidak ada habisnya, bagaimana jika kita meminjam semangat jargon tersebut menjadi satu keluarga satu ayam sebagai solusi nyata di lapangan ?
Melansir laporan The Independent dan Earth Buddies beberapa kota di Belgia dan Perancis telah membuktikan efektivitas program ini dalam menekan volume sampah.
Di wilayah seperti Mouscron dan Colmar pemerintah setempat bahkan membagikan ribuan ekor ayam kepada warga untuk difungsikan secara khusus sebagai mesin alami pendaur ulang limbah organik di rumah tangga.
Kehadiran ayam peliharaan warga ini terbukti sangat efektif untuk menghabiskan sisa makanan dari dapur. Sayuran afkir sisa nasi basi hingga kulit buah yang biasanya terbuang percuma kini beralih manfaat menjadi pakan berkualitas.
Konsep ekonomi sirkular ini sangat cocok jika diadopsi di Majalengka, mengingat warganya sudah sangat akrab dengan tradisi memelihara unggas di pekarangan rumah.
Setiap keluarga bisa mulai mengambil inisiatif mendaur ulang sampah organiknya sendiri langsung dari dapur. Sebagai gambaran, dua ekor ayam diklaim sanggup menghabiskan hingga seratus lima puluh kilogram sisa makanan organik dalam setahun.
Sebagai imbalan atas pakan sisa dapur tersebut sang ayam akan memberikan panen telur segar secara rutin. Limbah rumah tangga akan berkurang secara alami, dan asupan protein keluarga pun terpenuhi tanpa harus mengeluarkan uang belanja tambahan.
Langkah kecil memanfaatkan sisa makanan ini menjadi bukti bahwa kontribusi mandiri warga untuk mendaur ulang sampah mereka sendiri, mampu menciptakan dampak besar bagi kelestarian lingkungan dan kemandirian pangan.

