Menolak Wahana Buatan! Warga Kaputren Punya Cara Tersendiri Memaknai Konsep “Desa Wisata”

infomjlk.com — Mengunjungi desa wisata di jaman ini, biasanya identik dengan deretan wahana buatan atau kolam renang komersial. Tetapi sudut pandang yang berbeda, datang dari masyarakat Kaputren di Kabupaten Majalengka.

Mereka memilih jalan yang sama sekali berbeda dari standar industri pariwisata modern pada umumnya.

Salah satu tokoh masyarakat Kaputren menyatakan bahwa definisi wisata sesungguhnya bukanlah memanjakan pendatang dengan kemewahan buatan.

“Kalau menurut saya wisata itu bukan tempat yang harus ada kolam renang atau fasilitas buatan. Kalau yang membatasi tempat seperti itu, menurut saya hanya tempat usaha saja” ujarnya saat ditemui pada Jumat 27 Februari 2026 lalu.

Alih alih membangun fasilitas hiburan yang kekinian, warga sekitar sepakat untuk menjadikan kehidupan sosial yang berjalan natural sebagai daya tarik utamanya.

Tolok ukur keberhasilan mereka tidak terletak pada keramaian pengunjung, melainkan pada seberapa teguh masyarakat mempertahankan kebiasaan warisan leluhur.

“Yang kita jaga dan disebut desa wisata itu ya masyarakatnya yang masih guyub dan kuat gotong royongnya. Itu salah satu kekuatan sebagai penopang desa” tambahnya, menguatkan alasan tersebut.

Komitmen ini ternyata tidak hanya berhenti pada ucapan. Di tengah maraknya pembangunan rumah minimalis bergaya perkotaan, warga Kaputren secara konsisten terus merawat konsep arsitektur khas desa mereka.

Selain itu, kebun kebun dan peternakan tetap dibiarkan hidup berdampingan di tengah pemukiman warga.

Sikap tersebut menunjukan bahwa bagi masyarakat Kaputren, pariwisata sesungguhnya adalah membiarkan kehidupan desa bernapas apa adanya tanpa perlu bersolek sekadar untuk memuaskan mata mereka yang berkunjung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *