infomjlk.com — Membicarakan ruang publik di pedesaan sering kali menghadirkan bentuk yang lebih luwes dibanding taman kota. Sebuah lapangan luas di wilayah Desa Sumber, sekitar kawasan pabrik gula Jatitujuh menjadi contoh yang sangat menarik.
Tempat ini sama sekali tidak diatur oleh tata ruang yang kaku melainkan terbentuk dengan sendirinya mengikuti kebiasaan warga sekitar.
Pemanfaatan lahan ini sangat bergantung pada pergantian musim. Saat kemarau dan kondisi tanah mengering area tersebut berubah menjadi lintasan adu ketangkasan motor trail.
Namun ketika musim hujan tiba dan rumput mulai tumbuh lebat hamparan yang sama dapat beralih fungsi. Masyarakat sekitar memanfaatkannya, dengan membawa kambing kambing mereka untuk digembala di hamparan lahan hijau tersebut.
Di sudut-sudut tertentu, terdapat fasilitas olahraga sederhana yang bisa digunakan oleh warga setempat. Keberadaan sarana fisik ini menyatu secara natural dengan lintasan tanah dan area gembala ternak.
Ruang terbuka itu berganti wujud setiap waktu sekadar memfasilitasi kebutuhan aktivitas warga tanpa pernah terikat oleh aturan fungsi yang baku.

