infomjlk.com — Bencana hidrometeorologi kembali menghantam wilayah selatan Kabupaten Majalengka. Mengutip publikasi Metro TV News pada Kamis (26/3/2026), guyuran hujan deras dengan intensitas tinggi telah memicu rentetan bencana seperti tanah longsor yang melumpuhkan aktivitas warga di sebelas desa.
Pergerakan tanah yang mulai memburuk sejak Senin malam pada tanggal 23 Maret 2026, menghancurkan sejumlah infrastruktur vital.
Menurut keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kerusakan terparah tersebar di Kecamatan Lemahsugih, Malausma, dan Bantarujeg. Akses darat terhambat setelah enam ruas jalan tertutup material tanah, tiga jalur penghubung antardesa terputus, dan satu jembatan dipastikan ambruk.
Selain fasilitas umum, terjangan material longsor juga menyasar area permukiman. Laporan instansi terkait mencatat tujuh kepala keluarga terdampak langsung dengan empat unit rumah mengalami rusak ringan.
Menyikapi situasi darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka bersama masyarakat terus berjibaku membersihkan sisa material secara swadaya.
Warga di kawasan terdampak, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan mengingat ancaman cuaca ekstrem diprediksi masih akan membayangi wilayah-wilayah tersebut.

