Fenomena Pink Moon Akan Muncul 1 April, Benarkah Bulan Berwarna Merah Muda?

infomjlk.com — Langit malam pada 1 April mendatang akan dihiasi fenomena yang dikenal sebagai Pink Moon. Istilah ini merujuk pada Bulan Purnama yang terjadi setiap bulan April. Meski namanya terdengar unik, fenomena ini tidak membuat Bulan benar-benar berubah menjadi berwarna merah muda.

Menurut informasi dari The Old Farmer’s Almanac, sebutan Pink Moon berasal dari bunga liar yang mekar pada awal musim semi di Amerika Utara bagian timur, yaitu Phlox subulata atau yang dikenal sebagai creeping phlox dan moss phlox. Bunga berwarna merah muda ini biasanya bermekaran bertepatan dengan kemunculan Bulan Purnama pada April, sehingga menginspirasi nama tersebut.

Dalam ilmu astronomi, Bulan Purnama sebenarnya terjadi pada satu momen tertentu. Namun bagi pengamat di Bumi, Bulan akan tampak bulat penuh selama sekitar satu hari sebelum dan sesudah puncaknya. Pada periode ini, Bulan dapat terlihat terbit dari arah timur saat malam, berada tinggi di langit sekitar tengah malam, lalu bergerak ke arah barat hingga menjelang matahari terbit.

Karena posisinya berlawanan dengan Matahari, Bulan Purnama biasanya mulai terlihat di dekat cakrawala timur ketika Matahari terbenam. Setelah itu, Bulan akan menghiasi langit sepanjang malam sebelum akhirnya terbenam saat fajar menyingsing. Waktu tepat terbitnya Bulan bisa berbeda di setiap daerah, bahkan antar kota yang berdekatan, karena dipengaruhi lokasi pengamat dan lintasan Bulan di langit.

Menariknya, Bulan Purnama pada April juga dikenal dengan berbagai nama lain dari budaya masyarakat adat Amerika Utara. Di antaranya Breaking Ice Moon dari suku Algonquin dan sebutan “Bulan Saat Sungai Kembali Dapat Dilayari” dari suku Dakota, yang menggambarkan mencairnya es dan meningkatnya aktivitas di awal musim semi.

Selain itu, ada pula nama seperti Bulan Tunas Tumbuhan dan Semak dari suku Tlingit, serta Bulan Rumput Merah Muncul dari suku Oglala yang menandai mulai tumbuhnya tanaman. Beberapa sebutan lain bahkan berkaitan dengan kembalinya satwa, seperti Bulan Saat Bebek Kembali (Lakota), Bulan Saat Angsa Bertelur (Dakota), hingga Bulan Katak dari suku Cree.

Sementara itu, suku Anishinaabe mengenalnya sebagai Bulan Ikan Sucker, yang menandai musim panen ikan sucker saat kembali ke perairan dangkal untuk bertelur. Dalam legenda setempat, momen ini dipercaya sebagai waktu ketika ikan-ikan tersebut kembali dari dunia roh untuk membantu membersihkan air dan kehidupan di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *