6 April, Hari Nelayan Nasional: Penghormatan Manusia pada Ekosistem Perairan untuk Merawat Kehidupan di Situ Sangiang

infomjlk.com — Memperingati Hari Nelayan Nasional tidak terbatas pada perayaan hasil tangkapan di laut, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan hubungan manusia dengan ekosistem perairan.

Namun, jauh di pelukan Gunung Ciremai, relasi manusia dan perairan mengambil bentuk lain untuk merayakannya.

Di kawasan Situ Sangiang, Majalengka, wujud rasa syukur tidak diukur dari hasil tangkapan yang melimpah, melainkan dari kesadaran bersama untuk menahan diri, merawat keberlangsungan alam dengan kebiasaan.

Ruh dari ketenangan ini bermula pada sebuah penghormatan yang diturunkan melintasi banyak generasi. Ruang hidup Ikan Dewa, yaitu spesies endemik yang diyakini sebagai jejak leluhur Talaga Manggung, dirawat melalui kepatuhan tradisi yang mengakar kuat.

Ada batas-batas yang disepakati agar tidak dilanggar, seperti larangan untuk menangkap dan melukai, bahkan ada sebuah keharusan untuk memakamkan ikan yang mati layaknya raga manusia.

Di tepi danau ini, air beserta isinya berhenti dipandang sebagai komoditas. Ia menjelma sebagai entitas ruang hidup yang memiliki hak penuh atas eksistensinya sendiri.

Ketundukan pada keyakinan ini pelan-pelan merajut jaring pelestarian alam yang sangat halus. Tanpa rentetan pasal regulasi, penghormatan yang menjadi tradisi, menyeimbangkan seluruh rantai kehidupan di bawah permukaan air.

Ketika tidak ada satu pun tangan yang mengambil, siklus perairan berputar utuh. Kehidupan yang dibiarkan utuh inilah yang terus menopang kejernihan air disana, sekaligus memberi napas bagi rimbunnya vegetasi yang menghias tepian danau.

Menatap ketenangan Situ Sangiang adalah sebuah perenungan panjang tentang makna menguasai. Terkadang, pencapaian tertinggi dari manusia tidak terlihat dari kemampuannya menundukkan alam.

Sejatinya kebijaksanaan, justru sering kali mewujud dalam diam, melalui sebuah kesadaran untuk membiarkan alam bernapas dengan harmoninya sendiri. Merawatnya dengan cara tidak mengambil apa-apa dari yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *