infomjlk.com — Para pedagang dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Majalengka mengeluhkan drastisnya harga kantong plastik dan kemasan makanan.
Peningkatan biaya operasional ini memberikan tekanan ekonomi yang signifikan, terutama bagi mereka yang kesulitan menyesuaikan harga jual produk di tengah daya beli masyarakat.
Kenaikan harga kemasan ini mencatatkan angka yang cukup tinggi sehingga memuat modal harian. Mengutip laporan dari CNN Indonesia pada 30 Maret 2026, di tingkat pengecer, harga kantong kresek yang umumnya berada pada kisaran Rp17.000 kini melonjak hingga Rp23.000 per pak.
Selain itu, harga kemasan kotak makan (thinwall) ikut naik dari Rp27.000 menjadi Rp30.000 per pak, sedangkan gelas plastik minuman mengalami kenaikan dari Rp12.000 menjadi Rp16.000 per slop.
Secara saintifik, meluncurkan harga ini pada rantai pasok material dasarnya. Berdasarkan literatur Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Kementerian ESDM, plastik pada dasarnya adalah produk polimer sintetik turunan industri petrokimia.
Bahan dasar utama pembuat plastik berasal dari proses penyulingan minyak bumi. Realita ini mengikat harga kemasan secara langsung dengan stabilitas kilang minyak global.
Ketika distribusi minyak mentah di Timur Tengah mengalami gangguan akibat konflik geopolitik, harga bahan baku resin plastik di pasar internasional secara otomatis melonjak tajam.
Dampak beruntun dari krisis pasokan global inilah yang menyebabkan tekanan pada sektor usaha di berbagai daerah. Tentunya, imbas ekonomi ini juga dirasakan secara nyata oleh para pedagang di Kabupaten Majalengka, yang kini harus menghadapi pembengkakan biaya operasional.

