Rantai Solidaritas Warga Majalengka di Balik Budaya Kondangan

infomjlk.com — Musim hajatan di berbagai wilayah Majalengka tak pernah lepas dari tradisi kondangan. Kehadiran kerabat dan tetangga yang membawa sumbangan bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai wujud partisipasi sosial.

Di balik tradisi partisipasi tersebut, tersimpan nilai solidaritas komunal yang maknanya cukup jauh melampaui sekadar urusan materi.

Dahulu, partisipasi ini terwujud dalam bentuk gotong royong secara fisik. Warga datang membawa hasil bumi atau secara langsung menyumbang tenaga untuk membantu kesibukan di dapur tuan rumah.

Seiring pergeseran zaman, bentuk dukungan tersebut perlahan digantikan oleh tradisi memberi amplop yang berisi uang tunai menyesuaikan gaya hidup saat ini.

Meski begitu, rekam jejak persaudaraan ini tetap terawat dengan adanya buku sumbangan. Catatan di meja penerima tamu, tidak sekadar berfungsi sebagai pembukuan, tetapi juga arsip silaturahmi sekaligus acuan berbalas budi bagi sang empunya hajat di masa mendatang.

Kebiasaan saling menyumbang ini menjadi cara natural masyarakat dalam merawat ikatan sosial. Seseorang yang hari ini meluangkan waktu dan materi untuk memberikan dukungan, kelak akan menerima kebaikan serupa saat gilirannya menggelar acara.

Siklus tolong-menolong yang terus berputar inilah yang menjaga solidaritas warga tetap kokoh dan memastikan kepedulian di lingkungan masyarakat tidak pernah terputus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *