Jangan Dibuang! Kulit Jeruk Bali Bisa Jadi ‘Kalua Jeruk’, Makanan Khas Majalengka

infomjlk.com — Beberapa waktu belakangan ini, lapak pedagang jeruk bali mulai terlihat di beberapa titik jalanan Majalengka.

Setelah bulir buahnya yang segar dinikmati, sebagian besar orang biasanya langsung membuang kulitnya ke tempat sampah. Padahal, Majalengka punya tradisi kuliner tersendiri untuk menyulap bagian yang sering dianggap limbah, menjadi kudapan istimewa bernama kalua jeruk.

Kalua jeruk memanfaatkan bagian dalam kulit jeruk bali yang berwarna putih dan bertekstur seperti spons. Dalam proses pengolahannya membutuhkan tahapan yang cukup panjang.

Kulit tersebut harus direndam dan direbus berkali-kali untuk menghilangkan rasa getir alaminya. Setelah teksturnya empuk, barulah dimasak perlahan bersama gula kawung atau gula pasir hingga mengkristal dan meresap sempurna.

Tradisi mengolah kulit jeruk bali ini bukan sekadar resep camilan manis, melainkan cara cerdas masyarakat lokal dalam memaksimalkan olahan bahan pangan.

Dengan hadirnya beberapa penjual jeruk bali saat ini, kita kembali diingatkan bahwa Majalengka memiliki warisan pengolahan pangan secara alami dan sangat disayangkan jika sampai dilupakan generasi saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *