Menyambut Hari Raya Kurban 2026, Ngarit Award Kembali Hadir Sebagai Panggung Apresiasi Peternak Lokal

Ngarit Award, Majalengka

Menjelang hari raya Iduladha, ingar-bingar persiapan tidak hanya terlihat di pasar hewan. Seperti halnya di Desa Kaputren Kabupaten Majalengka, mereka memiliki cara tersendiri yang tak kalah meriah melalui tradisi Ngarit Award.

Ajang apresiasi sekaligus medium promosi hewan kurban tersebut, memang sudah rutin diselenggarakan setiap tahun. Walau pelaksanaannya sudah menjadi agenda tahunan, acara yang akan berlangsung pada Sabtu 23 Mei 2026, hadir membawakan inovasi dan dikemas berbeda dari edisi sebelumnya.

Tahun ini, antusiasme masyarakat tampak membara dengan kehadiran 40 peternak lokal sebagai partisipan. Seluruh peserta merupakan warga asli Desa Kaputren yang secara mandiri memiliki kandang beserta hewan ternak. Keterlibatan puluhan peternak dari masyarakat itu sendiri, secara tidak langsung membawakan nuansa panggung Ngarit Award sebagai ruang unjuk gigi bagi mereka yang sehari-harinya berdedikasi merawat ternak.

Perbedaan Ngarit Award di tahun ini, pihak panitia penyelenggara sudah mempersiapkan hadiah dan juga perluasan agenda acara. Apresiasi untuk pemenang seperti peraih juara pertama, kedua, dan ketiga tidak hanya menerima trofi kebanggaan, melainkan juga diberikan masing-masing satu ekor domba.

Tidak berhenti pada ajang kontes, perhelatan tahun ini dirancang lebih hidup dengan adanya lelang domba. Sesi lelang tersebut memfasilitasi ruang transaksi bagi masyarakat luas yang sedang mencari hewan kurban berkualitas dari tangan peternaknya langsung.

Sebagai pelengkap acara, pihak panitia turut menghadirkan bazar kuliner yang secara khusus menyajikan bahan baku serta aneka olahan masakan daging kambing dan domba. Pembaruan inovasi tersebut, menjadikan tradisi Ngarit Award tak hanya kontes ternak semata. Melainkan festival yang juga berkontribusi mendorong perputaran ekonomi warga setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *