Tradisi Mandi di Situs Sang Raja, Ikhtiar Majalengka Jaga Warisan Budaya Jelang Ramadan

infomjlk.com — Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat Kecamatan Cigasong, Majalengka, kembali memadati Situs Pemandian Sang Raja. Tradisi mandi di sumber mata air ini tetap terjaga sebagai simbol pembersihan diri, baik secara fisik maupun spiritual, sebelum menjalankan ibadah puasa.

Dilansir dari Radar Cirebon, Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyebut tradisi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan warisan budaya yang harus dilestarikan. Saat di lokasi, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan hati antar sesama.

“Mari saling memaafkan agar kita masuk bulan puasa dalam keadaan bersih, lahir dan batin,” ujar Eman, Jumat (13/2/2026).

Pemerintah Kabupaten Majalengka berencana menghidupkan kembali situs sejarah yang berdiri di atas lahan aset pemda ini. Eman memastikan proses penataan akan dilakukan secara teknis dengan melibatkan dinas terkait serta tokoh sejarah agar tidak merusak struktur asli situs.

Beberapa poin utama rencana pengembangan kawasan ini meliputi:

– Edukasi Sejarah: Menjadi sarana bagi generasi muda mengenal identitas daerahnya.

– Ruang Publik: Pengembangan fasilitas rekreasi keluarga dan olahraga air (renang).

– Pemberdayaan Ekonomi: Penataan PKL, kuliner, dan jasa parkir untuk meningkatkan pendapatan warga sekitar.

Eman menegaskan bahwa menjaga Situs Sang Raja adalah tanggung jawab moral untuk melanjutkan upaya para pemimpin terdahulu. Karena status lahan adalah milik pemerintah, proses revitalisasi diyakini akan berjalan lebih lancar tanpa kendala kepemilikan.

“Ini sejarah yang luar biasa. Titipan ini harus kita rawat dan kembangkan agar menjadi kebanggaan masyarakat Majalengka,” pungkasnya.

Dengan penataan yang lebih rapi, Situs Pemandian Sang Raja diharapkan tidak hanya menjadi tempat ritual musiman, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat yang produktif dan bermanfaat secara ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *