infomjlk.com — Kabar gembira bagi warga Majalengka! Aset wisata yang sekian lama terbengkalai, Waterboom eks Grage di kawasan Pasar Lama, kini bersiap untuk “hidup kembali”. Pemerintah Kabupaten Majalengka mulai melirik potensi besar lahan tersebut untuk dikembangkan menjadi ruang publik dan destinasi rekreasi unggulan di pusat kota.
Dilansir dari Times Indonesia, keseriusan Pemkab Majalengka ini dibuktikan melalui aksi nyata dalam kegiatan “GEBER Jumat”, Jumat (6/3/2026). Tak sekadar memberi instruksi, Bupati Majalengka, Eman Suherman, terjun langsung memimpin puluhan pegawai dari berbagai OPD untuk merapikan semak belukar yang selama ini menyelimuti area tersebut.
Dengan deru mesin pemotong rumput dan gergaji mesin, para petugas bahu-membahu merapikan pepohonan dan membersihkan lingkungan sekitar bekas pasar lama. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penataan aset daerah yang sebelumnya dikelola pihak swasta namun kini telah kembali ke pangkuan pemerintah.
Bupati Eman Suherman menegaskan bahwa lokasi strategis ini tidak boleh dibiarkan mati suri. Ia membayangkan kawasan ini tidak hanya sekadar tempat berenang, tapi bertransformasi menjadi area nongkrong kekinian dan ruang terbuka hijau bagi masyarakat.
“Ini adalah aset pemerintah daerah yang sangat potensial. Ke depan, kami mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali kawasan ini. Tujuannya agar masyarakat Majalengka punya tempat rekreasi dan ruang publik yang nyaman di tengah kota,” ujar Eman di sela-sela kegiatannya.
Sebagaimana diketahui, fasilitas waterboom ini sempat menjadi primadona saat dikelola oleh pihak Grage. Pasca berakhirnya masa kelola, aset tersebut kembali menjadi milik Pemkab. Kini, pemerintah juga membuka pintu lebar bagi pihak ketiga yang ingin bekerja sama untuk mengoptimalkan pengelolaan kawasan tersebut.
Melalui langkah awal bersih-bersih ini, harapan baru mulai muncul. Kawasan yang dulunya sepi dan tak terawat, diproyeksikan akan segera berdenyut kembali menjadi pusat aktivitas warga yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus hiburan bagi Majalengka.

