infomjlk.com — Menjelang hari raya Idulfitri pusat perbelanjaan di Majalengka selalu mengalami lonjakan pengunjung. Toserba UD menjadi salah satu pusat keramaian dari fenomena tahunan ini. Ratusan warga rela mengantre dan berdesakan demi membeli pakaian baru.
Walaupun pada kenyataannya tidak semua orang memiliki kebiasaan membeli baju setiap Lebaran, berburu setelan baru tetap mengakar kuat menjadi agenda wajib bagi sebagian besar masyarakat.
Jika dibedah secara makna, kebiasaan mengenakan pakaian baru ini memiliki landasan filosofis yang sangat kuat. Baju baru diposisikan sebagai wujud simbolis dari manusia yang lahir kembali setelah sebulan penuh menahan hawa nafsu.
Pakaian bersih yang belum pernah dipakai menjadi penanda visual bahwa jiwa seseorang sudah kembali suci. Hal ini sejalan dengan makna kembali ke fitrah yang merupakan esensi dari perayaan Idulfitri.
Memakai baju baru di hari raya juga melengkapi prosesi saling memaafkan. Pakaian bersih tersebut membawa harapan agar segala kesalahan masa lalu ikut terhapus seiring berjalannya waktu.
Kebiasaan berburu pakaian Lebaran pada dasarnya bukan sekadar rutinitas belanja semata, melainkan cara mayoritas masyarakat merawat nilai kebersihan batin secara nyata.

